- Tim tvOne/Agus Wibowo
Viral Video Pornografi Siswi SMKN Kecamatan Ngadirojo, Pemeran Wanita Ngaku jadi Korban
Pacitan, tvOnenews.com - Babak baru pemeran video porno seorang siswi Kelas XII SMK Negeri Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kini, persoalan tersebut tengah didalami oleh pihak kepolisian setempat. Menurut Kapolsek Ngadirojo, Iptu Suyitno, DA (pemeran video wanita) adalah korban.
"Saat ini, kita masih mendalami persoalan tersebut," ujar Iptu Suyitno, Kapolsek Ngadirojo.
Menurut Kapolsek, DA (pemeran video wanita) adalah korban. Hal itu, kata Suyitno, DA ketika melakukan video call dipaksa untuk bugil oleh mantan pacarnya.
"Pas video call, ia dipaksa sama cowoknya itu untuk buka baju dan direkam. DA ini korban," katanya.
Diketahui, bahwa video konten pornografi itu sebenarnya sudah setahun yang lalu. DA dipaksa melakukan video call dan diminta untuk melepaskan seluruh bajunya.
Sebelumnya, DA telah memutuskan hubungan dengan pacarnya. Karena merasa sakit hati, lantas panggilan video telanjang DA itu pun diduga disebarluaskan oleh sang mantan.
Hingga kini pihak kepolisian masih belum berhasil mengungkap siapa pelaku pemerasan atau kejahatan terhadap anak anak ini. "Kita masih mendalami. Jadi belum terang benderang," imbuh Kapolsek.
Pihak keluarga, meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengungkap persoalan tersebut, mengingat pelaku menebar ancaman yang tidak menutup kemungkinan bisa terjadi, seperti pemerasan atau bahkan ancaman pembunuhan berencana terhadap keluarga korban.
"Ada ancaman, tekanan dari pelaku. Hal itu cukup membuat keluarga takut. Kami juga bingung harus bagaimana, selain meminta kepada yang pihak berwajib untuk segera mengungkapnya," ucap PR, orangtua korban, saat ditemui TVOne di tempat terpisah.
Video tersebut, cukup menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan buah hati, agar persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sementara, terkait video berdurasi 27 detik yang diunggah di media sosial Instagram (IG) sekolah, informasi yang dihimpun TVOnenews bahwa sekolah hanya di-tag oleh akun yang tidak dikenal. (asw/ebs)