news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Produktivitas Petani Kopi di Malang.
Sumber :
  • tim tvone - edy cahyono

Produktivitas Petani Kopi di Malang Meningkat 18 Persen, Memanfaatkan Inovasi Agribisnis Kopi Berkelanjutan

Produktivitas petani kopi di Kabupaten Malang di tahun ini meningkat hingga 18 persen.
Kamis, 8 Mei 2025 - 11:31 WIB
Reporter:
Editor :

Malang, tvOnenews.com - Produktivitas petani kopi di Kabupaten Malang di tahun ini meningkat hingga 18 persen. Peningkatan produktivitas ini tak lepas dari campur tangan organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo yakni GoTo Impact Foundation (GIF), bersama changemakers, pemangku kepentingan, dan masyarakat, dalam meluncurkan inovasi agribisnis kopi berkelanjutan bertajuk "Gandrung Tirta", Kamis (8/5). 

Melalui program Catalyst Changemakers Ecosystem3.0, menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan program pemberdayaan masyarakat, inisiatif ini mendukung para petani, pemuda, dan ibu rumah tangga di Desa Ketindan, dalam memanfaatkan peluang pasar kopi domestik diperkirakan akan terus meningkat.

Sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia ternyata masih menghadapi tantangan produktivitas kopi yang rendah, menduduki peringkat ke-14 dunia. Kondisi serupa terjadi di Desa Ketindan, Malang, dimana tingkat produktivitas 200 petani kopi fine robusta baru mencapai 43%, sehingga menghambat keefektifan aktivitas perkebunan dan pemenuhan permintaan pasar.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Monica Oudang, selaku Ketua GoTo Impact Foundation, menekankan pentingnya membangun keberanian dan kapasitas setiap individu untuk mendorong perubahan positif.

“Selama lima tahun bergerak bersama 138 changemakers, kami mempelajari bahwa perubahan sistemik dan berkelanjutan bukan hanya tentang menghadirkan solusi yang tepat sasaran, tapi bagaimana masyarakat bisa berdaya agar inovasi terus tumbuh di masa depan,” ujar Monica.

“Dengan pendampingan intensif di Catalyst Chanemakers Lab (CCLab) kami mendorong para changemakers, termasuk Gandrung Tirta, untuk mampu berinovasi secara kolektif dan kontekstual. Tujuannya bukan mengejar peningkatan produktivitas kopi semata, namun juga menyelesaikan akar permasalahan dengan menempatkan petani sebagai mitra dan meningkatkan minat generasi muda di bidang perkebunan," ujar Monic.
 
Untuk mewujudkan misinya, Gandrung Tirta, yang merupakan hasil sinergi dari empat organisasi, Agroniaga, BIOPS Agrotekno, FAM Rural, dan Rise Social, mengembangkan tiga strategi utama, yaitu Teknologi Pertanian berupa pemanfaatan teknologi loT dan AI guna membantu petani  meningkatkan kualitas, konsistensi, dan produktifitas pertanian kopi. Petani bisa memantau kesehatan tanaman dengan informasi berbasis data terstandar dari jarak jauh, mengoptimalkan penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat sehingga mengurangi resiko gagal panen.

Selanjutnya pengelolaan limbah organik dengan memberdayakan ibu rumah tangga untuk mengelola limbah kulit kopi menjadi produk bernilai tambah, seperti dompet kulit, bingkai kacamata, dan jam tangan. Sebagai bagian dari pendekatan berkelanjutan, program ini juga memanfaatkan kembali limbah kopi untuk aktivitas perkebunan melalui produk anti-pest dan coffee peat, serta mengolah limbah organik dari kotoran hewan ternak menjadi pupuk cair dan pupuk padat.

Terakhir adalah program pembedayaan Lembaga dan Pemuda dimana kegiatan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada budidaya kopi berkelanjutan, wirausaha, dan tata kelola kelembagaan untuk kelompok tani dan pemuda desa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mereka sehingga dapat mendukung terciptanya agribisnis kopi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Nasrullah Aziz, perwakilan dari Konsorsium Gandrung Tirta menyampaikan bahwa penerapan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan petani dalam praktik budidaya kopi berkelanjutan (Good Agricultural Practices) hingga 80%, serta mendorong peningkatan produktivitas kopi sebesar 18% pada tahun pertama. Seiring peningkatan tersebut, pendapatan petani diharapkan naik hingga 15%. 
 
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang, yang diwakili BAPPEDA Ir. Tomie Herawanto mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang turut mendukung Gandrung Tirta sebagai mitra strategis untuk mengakselerasi target indeks ekonomi hijau sebesar 66,84% pada 2045. 

“Pengembangan agribisnis tidak hanya soal peningkatan produktivitas untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi juga memastikan keberlanjutan daya dukung SDM dan lingkungan,” kata Tomie. 

“Pemerintah Kabupaten Malang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk ambil bagian dalam inovasi Gandrung Tirta demi terwujudnya transformasi ekonomi hijau dan masyarakat Malang yang lebih sejahtera," jelasnya.

"Potensi sumber daya lokal, semangat gotong-royong, dan teknologi, diharapkan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membawa perubahan di suatu wilayah. Adanya gerakan kolaboratif tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara maksimal dan bahkan direplikasi ke daerah-daerah lainnya. Sudah saatnya kita berani untuk berdaya terbebas dari cara penyelesaian lama yang menghalangi ruang tumbuh kita,” tutup Monica. (eco/hen)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:01
01:30
04:46
05:55
06:16
06:58

Viral