- tvOne - m mahrus
Banjir Bengawan Jero di Lamongan Kian Tinggi, Warga Terisolasi Hampir Dua Bulan
Lamongan, tvOnenews.com — Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, semakin tinggi. Minggu (11/1), banjir yang merendam wilayah tersebut sudah berlangsung hampir dua bulan tak kunjung surut, bahkan saat ini kian parah.
Ketinggian air di akses jalan utama desa telah mencapai 50 hingga 70 sentimeter, yang melumpuhkan aktivitas warga. Tak hanya jalan poros desa, luapan air banjir juga mulai menggenangi permukiman penduduk. Tercatat ratusan rumah warga sudah terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 40 sentimeter.
Selain akses jalan yang lumpuh akibat banjir, dampak ekonomi dan sosial pun kian meluas. Ratusan hektare lahan tambak milik warga dipastikan gagal panen akibat terendam air. Selain itu, fasilitas umum seperti gedung lembaga pendidikan dan fasilitas umum lainnya juga ikut terendam banjir.
Meski kondisi banjir semakin tinggi, para siswa di Desa Bojoasri tetap nekat berangkat sekolah. Dengan risiko seragam basah kuyup lantaran harus menerjang genangan air, mereka juga bertaruh keselamatan nyawa setiap harinya.
Salah satu siswa, Azam, mengungkapkan bahwa kondisi seragam basah sudah menjadi makanan sehari-hari.
“Iya, setiap hari basah begini bajunya karena jalannya licin. Kadang sampai terpeleset di sana. Tapi tidak ada rencana sekolah libur, tetap semangat sekolah,” ujar Naufal sambil tersenyum meski kondisinya basah kuyup.
Sementara itu, banjir yang berkepanjangan ini juga mengakibatkan warga satu desa terisolasi. Selain sulitnya akses logistik, bahan makanan, dan kebutuhan hidup sehari-hari, warga juga mengaku belum tersentuh bantuan.
Makin, salah seorang warga korban banjir, mengeluhkan kondisi desanya yang terendam banjir hampir dua bulan.
“Sudah mau dua bulan lebih (banjirnya). Tingginya kurang lebih 30-an (sentimeter di dalam rumah). Belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali. Harapannya ya minta bantuan dan peninggian jalan ini,” ungkap Makin.
Dengan kondisi banjir yang kian parah, para korban banjir berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan maupun pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret, baik melalui pemberian bantuan logistik maupun solusi jangka panjang seperti normalisasi sungai dan peninggian infrastruktur jalan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak terganggu. (mmr/gol)