- dimas farik
Sebuah Kapal Tongkang dan Tugboat Terdampar di Perairan Laut Madura Jadi Tontonan Warga
Sampang, tvOnenews.com - Sebuah kapal tongkang dan tugboat ditemukan kandas dan terdampar di perairan laut Dusun Pundan, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang akibat terseret gelombang air laut dan diterjang angin kencang. Kondisi kapal RMN 3340 yang berukuran besar serta panjang, kandas di perairan laut dangkal sejak Jumat (23/1/26) lalu dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda pergeseran dari lokasi.
"Kapal tongkang dan tugboat kandas itu terjadi pada hari Jumat lalu mas, sekitar pukul sembilan pagi di perairan laut Ketapang Sampang, tepatnya berada di Dusun Bundan, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang," tutur Aipda Solihin Jayadi, anggota Polsek Ketapang, Jumat (30/1/26).
Sejumlah warga yang mengetahui kabar tersebut penasaran dan ingin datang ke lokasi guna melihat langsung kondisi kapal yang menepi di bibir pantai setempat. Akibatnya kapal tongkang dan tugboat diserbu dan menjadi tontonan warga.
"Kapal tongkang dan tugboat terdampar di perairan laut Desa Ketapang Barat, Kabupaten Sampang, masih tetap berada di lokasi dan belum ada tanda-tanda pergeseran kapal tersebut," tambah Aipda Solihin.
Banyaknya warga yang datang ke bibir pantai membuat petugas kepolisian melakukan upaya pengawasan supaya mereka tak mendekati kapal tersebut agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung untuk melihat kapal tongkang dan tugboat agar tidak mendekati kapal dan tetap melihat dari bibir pantai," ucap Aida Solihin sambil memantau kapal di lokasi.
Ia mengatakan, meski sejumlah pengunjung datang ke lokasi, namun situasi di sekitar perairan laut Ketapang Madura terpantau aman.
"Di lokasi di bibir pantai, tempat kapal tongkang dan tugboat kandas, para pengunjung terpantau bergerak seperti biasanya (tidak ada pergeseran kapal dari lokasi dan warga yang melihat kapal terpantau berjalan dengan lancar dan aman)," ujarnya
Kapal tongkang maupun tugboat diperkirakan bisa berlayar kembali pada bulan Februari 2026, bila air laut meninggi atau pasang dan cuaca kembali normal. (fds/far)