- tim tvone - rohmadi
Puting Beliung Terjang Jombang, Atap Musala MI Miftahul Ulum Terbang hingga Rusak Parah
Jombang, tvOnenews.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (21/2) sekitar pukul 18.00 WIB, menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan pohon tumbang. Dampak terparah terjadi di Desa Kepuhkembeng, terutama di Dusun Klagen.
Angin puting beliung yang muncul saat hujan berintensitas tinggi menerjang area lingkungan MI Miftahul Ulum. Sebuah musala di kompleks sekolah tersebut mengalami kerusakan berat setelah atapnya terbang tersapu angin.
Kepala Desa Kepuhkembeng, Irfan Ramadan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem datang secara tiba-tiba menjelang waktu maghrib.
“Sekitar pukul 18.00 WIB hujan sangat deras disertai angin kencang. Puting beliung menimpa bangunan MI beserta musalanya. Atap musala terbang dan menimpa genteng atap sekolah,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, bangunan musala hanya menyisakan tembok dan bagian alas. Sebagian besar material atap beterbangan dan merusak bagian atap sekolah di sekitarnya.
Tak hanya Dusun Klagen, dampak angin puting beliung juga dirasakan di tiga dusun lain di Desa Kepuhkembeng, yakni Dusun Babatan, Dusun Kandangan, dan Dusun Kembeng.
Data sementara yang dihimpun pemerintah desa mencatat:
1. Dusun Klagen: 1 musala MI Miftahul Ulum rusak berat (atap ambruk).
2. Dusun Babatan: 1 rumah warga rusak pada bagian atap.
3. Dusun Kandangan: 3 bangunan terdampak, terdiri dari 1 balai dusun dan 2 rumah warga.
4. Dusun Kembeng: 1 rumah warga mengalami kerusakan.
Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan yang terlepas akibat terjangan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untuk korban tidak ada,” tegas Irfan.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan kejadian.
“Sore menjelang maghrib cuaca mulai mendung, lalu turun hujan cukup deras disertai angin kencang. Banyak kejadian di Kabupaten Jombang, terutama di Desa Kepuhkembeng. Kami lakukan penanganan skala prioritas karena dikhawatirkan membahayakan, apalagi saat itu ada kegiatan di sekitar lokasi,” jelasnya.
Selain di Desa Kepuhkembeng, laporan kerusakan juga masuk dari beberapa titik lain, termasuk di sekitar jalan samping kantor KPU setempat dan kawasan Terminal Kepuhsari. Warga juga melaporkan adanya fenomena hujan es yang terjadi bersamaan dengan hujan deras dan angin kencang.
BPBD memastikan seluruh laporan telah ditindaklanjuti dan proses penanganan darurat sudah dilakukan. Petugas fokus pada pembersihan material bangunan serta memastikan area terdampak aman dari potensi bahaya lanjutan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kejadian ini bisa segera kami tangani,” pungkas Wiku.
Hingga kini, pemerintah desa bersama BPBD Jombang masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian akibat bencana puting beliung tersebut. (roi/hen)