news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang..
Sumber :
  • tvOne - rohmadi

Jelang Muktamar NU ke-35, Gus Salam Fokus Bangun Dukungan dan Restu dari Para Kiai Sepuh

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam terus melakukan konsolidasi dan silaturahmi ke sejumlah kiai sepuh serta struktur Nahdlatul Ulama (NU) menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Rabu, 15 April 2026 - 16:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.comKH Abdussalam Shohib atau Gus Salam terus melakukan konsolidasi dan silaturahmi ke sejumlah kiai sepuh serta struktur Nahdlatul Ulama (NU) menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, itu mengaku aktif melakukan pendekatan kepada para masyayikh sebagai bagian dari ikhtiar mencari kepercayaan dan restu, bukan dalam kerangka pencalonan formal sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Saat ditemui di ndalem kesepuhan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Rabu (15/4), Gus Salam menegaskan dirinya kurang nyaman menggunakan istilah “mencalonkan” atau “dicalonkan” dalam konteks NU.

“Di NU itu perspektifnya adalah pengabdian. Karena itu saya lebih memilih menyebutnya sebagai ikhtiar mencari kepercayaan,” ujarnya.

Cucu KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU, tersebut menyebut, dalam beberapa waktu terakhir dirinya telah bersilaturahmi dengan banyak kiai sepuh dan pengasuh pesantren di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memohon doa dan restu sebagai bekal dalam pengabdiannya di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

Selain kepada para kiai, Gus Salam juga mengaku aktif menjalin komunikasi dengan pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) NU. Ia menargetkan dapat menjangkau sekitar 80 hingga 90 persen struktur organisasi sebelum muktamar digelar.

Terkait pelaksanaan muktamar, ia berharap adanya kejelasan waktu dan lokasi. Menurutnya, kepastian tersebut penting untuk memastikan jalannya roda organisasi, terlebih masih terdapat sejumlah kepengurusan di daerah yang belum definitif.

“Banyak SK di tingkat cabang yang sudah tidak aktif, ada yang masih berstatus karateker, bahkan ada yang sudah berjalan lebih dari satu tahun. Ini tentu mengganggu kinerja organisasi,” jelasnya.

Gus Salam juga menekankan pentingnya rekonsiliasi internal guna memperkuat soliditas NU ke depan. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh berujung pada perpecahan.

“Yang paling prinsip adalah rekonsiliasi total. NU ini organisasi besar dengan kepercayaan umat yang tinggi, sehingga persatuan dan kebersamaan harus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, dukungan terhadap Gus Salam juga datang dari kalangan alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Pembina Ikatan Keluarga Alumni, Sholahudin Fathurohman, menyebut pihaknya bersama dzuriah KH Bisri Syansuri telah bermusyawarah dan sepakat mendorong Gus Salam maju dalam muktamar.

Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan aspek keilmuan, kapasitas organisasi, serta garis keturunan yang dinilai memiliki legitimasi kuat di lingkungan pesantren.

“Kami sepakat meminta beliau untuk maju. Secara keilmuan dan kapabilitas, kami tidak meragukan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa para alumni tidak memiliki hak suara dalam muktamar. Dukungan yang diberikan bersifat moral melalui doa dan ikhtiar.

“Kalau kami hanya bisa berdoa, maka itu yang kami lakukan. Harapannya, ikhtiar ini bisa membawa kebaikan bagi NU ke depan,” pungkasnya. (roi/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
02:46
02:27
01:05
05:53
13:20

Viral