- her
Hilang Sejak Kemarin Sore, Bocah Lima Tahun di Situbondo Ditemukan Tewas Tersangkut Batu di Sungai
Situbondo, tvOnenews.com — Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Blingkeran, Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Setelah hilang selama kurang lebih 25 jam, seorang bocah berusia lima tahun, Zaenal Abidin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Sampean Baru, Jumat (17/4/2026) siang.
Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam posisi mengambang dan tersangkut di bebatuan cadas, hanya berjarak puluhan meter dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan menyita waktu.
Sejumlah warga yang pertama kali melihat jasad korban langsung berupaya mengevakuasi. Namun derasnya arus dan posisi tubuh korban yang terjepit di antara batu besar membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit.
Tim gabungan dari warga dan Tagana Kementerian Sosial akhirnya berhasil mengevakuasi korban setelah sekitar 30 menit berjibaku di lokasi.
Saat ditemukan, tubuh korban mengalami sejumlah luka lecet dan bagian perut terlihat membesar. Dugaan sementara, luka tersebut terjadi akibat gesekan dengan bebatuan saat tubuh korban terseret arus sungai.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Kamis (16/4/2026) sore setelah bermain di sekitar rumah bersama teman-temannya. Hilangnya korban langsung memicu kepanikan keluarga dan warga setempat.
Ratusan warga kemudian melakukan pencarian secara besar-besaran, menyisir area kampung hingga sepanjang aliran sungai. Pencarian bahkan dilakukan hingga malam hari dengan bantuan lampu senter dan obor.
Salah satu warga, Joko Dwiyatno, mengatakan suasana pencarian berlangsung penuh harap sekaligus kecemasan.
“Sejak sore kami cari bersama warga, keliling kampung sampai ke sungai, pakai senter dan obor, tapi tidak ketemu. Semua berharap korban masih selamat. Tapi tadi siang ditemukan di sungai sudah dalam kondisi meninggal. Kami semua sangat terpukul,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, sekaligus menjadi pengingat akan bahaya aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai tanpa pengawasan. (hso/far)