- wawan sugiarto
Tradisi "Ngater Kajien", Cara Unik Warga Pulau Gili Ketapang Antar Calon Jemaah Haji
Probolinggo, tvOnenews.com - Ratusan warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar tradisi “Ngater Kajien” dengan mengantar keberangkatan belasan calon jemaah haji (CJH). Prosesi ini dilakukan menggunakan iring-iringan perahu yang dihias meriah, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Tradisi tahunan tersebut kembali dilaksanakan pada musim haji tahun ini, dengan total 23 calon jemaah haji asal Pulau Gili Ketapang yang diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah. Karena terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), prosesi Ngater Kajien pun digelar sebanyak dua kali.
Sebanyak 12 jemaah yang masuk kloter 2 berangkat pada Selasa (21/4/2026) pagi, sedangkan sisanya tergabung dalam kloter 3 yang diberangkatkan pada Rabu (22/4/2026) dini hari.
“Ngater Kajien ini memang sudah menjadi tradisi warga Gili Ketapang setiap tahun. Alhamdulillah, tahun ini istri dan anak saya juga berkesempatan berangkat haji,” ujar Syamrozi, salah satu keluarga jemaah.
Dalam prosesi tersebut, perahu jenis Jonggrang yang digunakan mampu mengangkut sekitar 50 hingga 80 orang. Selain dihias dengan berbagai ornamen, perahu juga dilengkapi sound system untuk menambah kemeriahan selama perjalanan.
Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Tembaga, suasana haru tak terhindarkan saat para jemaah bersiap melanjutkan perjalanan menuju lokasi pemberangkatan.
Sementara itu, warga yang ikut mengantar biasanya melanjutkan perjalanan untuk berziarah, salah satunya ke makam Sunan Ampel, sebelum nantinya bertemu kembali dengan para jemaah di Asrama Haji Sukolilo.
“Mereka yang ikut mengantar biasanya berharap mendapat berkah, sekaligus memanjatkan doa agar suatu saat juga bisa berangkat ke Tanah Suci,” tambah Syamrozi.
Hal senada disampaikan Siti Nuraisah (23), warga setempat, yang menyebut tradisi Ngater Kajien telah berlangsung sejak lama dan rutin diikuti ratusan warga setiap musim haji. Pada tahun ini, tercatat sekitar 50 orang ikut serta dalam prosesi tersebut.
“Selain mencari berkah, tradisi Ngater Kajien ini juga sering dimanfaatkan warga untuk berziarah ke makam,” ungkapnya. (wso/far)