- tim tvone - zainal ashari
Pengecoran Rupang Buddha Nusantara Bagian Kelima Dilaksanakan di Wihara Dhamajaya Surabaya
Surabaya, tvOnenews.com – Sangha Theravāda Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan bersejarah dengan melaksanakan prosesi pengecoran Rupang Buddha Nusantara bagian kelima di Wihara Dhamajaya, Surabaya, pada Minggu (17/5).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan setengah abad perjalanan organisasi yang mengangkat tema “Menapaki Jalur Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.
Prosesi pengecoran di Surabaya menjadi tahapan lanjutan dari serangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai wilayah di seluruh Nusantara, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi. Seluruh bagian yang telah dicor dari berbagai daerah tersebut nantinya akan digabungkan menjadi satu kesatuan utuh yang disebut Rupang Buddha Nusantara.
Ketua Umum Upacara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara, Bhante Atthadhīro Thera, menjelaskan bahwa konsep “Nusantara” dipilih secara khusus karena proses pembuatannya melibatkan partisipasi dan kontribusi dari berbagai pulau dan daerah di Indonesia.
“Bagian demi bagian dari berbagai wilayah nantinya akan disatukan menjadi satu kesatuan. Dari gabungan pulau-pulau inilah yang kita sebut sebagai Nusantara, mencerminkan keberagaman dan kesatuan bangsa kita,” ujar Bhante Atthadhīro saat ditemui di lokasi acara.
Rupang Buddha yang dibuat ini menggunakan prototipe arca Buddha yang ditemukan kembali di Candi Sewu pada Mei 2025 setelah terkubur selama ratusan tahun. Bentuk yang diambil adalah posisi Bhumisparsa Mudra, dimana tangan kanan Buddha menunjuk ke arah bumi sebagai simbol bahwa bumi menjadi saksi atas segala kebajikan dan perbuatan baik yang dilakukan manusia.
“Maknanya sangat dalam. Meski kita berbuat kebaikan dan tidak ada orang lain yang melihat atau mencatat perbuatan tersebut, bumi inilah yang akan menjadi saksi dari segala kebaikan yang kita lakukan selama hidup,” tambah Bhante Atthadhīro.
Puncak seluruh rangkaian kegiatan pengecoran Rupang Buddha Nusantara dijadwalkan akan berlangsung pada 21 Juni 2026 mendatang di Jakarta dengan prosesi pengecoran bagian puncak atau mustaka. Setelah seluruh proses pembuatan selesai dilakukan secara menyeluruh, Rupang Buddha Nusantara ini direncanakan akan ditempatkan secara permanen di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, program penciptaan Rupang Buddha Nusantara bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga merupakan upaya untuk mengingat kembali peran dan kontribusi besar agama Buddha terhadap perkembangan peradaban bangsa Indonesia di masa lalu.
“Kegiatan ini merupakan wujud kecintaan kita terhadap tanah air, sekaligus kesempatan bagi seluruh umat Buddha untuk berpartisipasi dalam menciptakan sejarah baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ungkap Supriyadi.
Keterlibatan umat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek ini, dimana seluruh lapisan umat Buddha diajak untuk berkontribusi melalui donasi bahan logam yang digunakan sebagai bahan baku pengecoran rupang.
Selain prosesi pengecoran di Surabaya, seluruh rangkaian kegiatan terkait Rupang Buddha Nusantara ini akan berlanjut hingga mencapai puncaknya pada 13 Desember 2026 mendatang yang akan diselenggarakan di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi simbol persatuan, keberagaman, dan semangat kebaikan yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia. (zaz/hen)