- Tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu Serentak di 11 Kabupaten se-Jawa Timur
Untuk itu, dirinya mengajak para petani tebu dan pemangku kepentingan untuk terus bersinergi, berkolaborasi dan tetap diberseiringi ikhtiar dhahiran wa batinan.
“Oleh karena itu tetap diberseiringi ikhtiar dhahiran wa batinan. Panjenengan menanam, masuknya ke pabrik gula, setelah proses penggilingan gula akan dilelang, kita berharap akan disiapkan ekosistem yang betul-betul terserap oleh market,” katanya.
Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya percepatan program yang sebelumnya telah dicanangkan pemerintah. Ia juga menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengawal program tersebut secara menyeluruh.
“Saya ingin menyampaikan keseriusan Jawa Timur bahwa di setiap pertemuan ini Gubernur, Wagub, Sekda itu satu paket hadir. Artinya kami punya komitmen yang kuat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, secara nasional, program yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI tahun 2026 menargetkan pengembangan tebu seluas 97.970 hektare. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mendapatkan target terbesar dengan total 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
“Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur dipercaya sebagai garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional. InsyaAllah, amanah ini akan kita jawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” imbuhnya.
Sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, tambahnya, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Bahkan, pada tahun 2025, produksi gula kristal putih Jatim mencapai 1.343.995 ton dan menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
“Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari gotong royong seluruh elemen, mulai dari petani, pabrik gula, pemerintah, hingga lembaga penelitian dan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor hulu dan hilir dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri gula.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyebut Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah dengan potensi besar yang memiliki luas lahan tebu sekitar 25 ribu hektare dan didukung tiga pabrik gula.
“Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kediri semakin menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional,” katanya.
Kedepan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan irigasi, hingga mitigasi perubahan iklim.