- tvOne - wawan sugiarto
Penutupan Wisata Bromo Selama Ritual Kasada 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Probolinggo, tvOnenews.com - Kawasan wisata Gunung Bromo akan ditutup sementara selama pelaksanaan Ritual Yadnya Kasada 1948 Saka. Penutupan dilakukan selama tiga hari guna menjaga kelancaran dan kekhusyukan prosesi adat masyarakat Tengger.
Kebijakan penutupan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Nomor: PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Gunung Bromo dan Sekitarnya pada Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2026.
Dalam surat edaran itu disebutkan, aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup mulai Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB. Penutupan berlaku di seluruh jalur masuk menuju kawasan Bromo, yakni melalui Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, mengatakan penutupan dilakukan karena masyarakat Hindu Suku Tengger sedang menjalankan prosesi sakral Yadnya Kasada.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Upacara Yadnya Kasada selalu menarik perhatian wisatawan. Namun ketika jumlah pengunjung terlalu banyak, pelaksanaan ibadah umat Hindu menjadi terganggu, salah satunya karena kemacetan yang menyebabkan peserta ritual terlambat menuju Pura Luhur Poten,” ujarnya, Kamis (28/5).
Meski demikian, Sunaryono menilai pelaksanaan Yadnya Kasada sebenarnya tidak harus membuat kawasan wisata ditutup total.
Menurutnya, wisatawan tetap dapat menyaksikan prosesi adat dengan pengaturan lokasi dan waktu tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap ritual yang berlangsung.
“Ke depan perlu ada koordinasi bersama antara BBTNBTS, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan stakeholder terkait agar wisatawan tetap bisa melihat prosesi Yadnya Kasada tanpa mengganggu jalannya ritual, termasuk pengaturan radius di area kawah Gunung Bromo,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan bahwa Upacara Yadnya Kasada ini dilaksanakan hingga tanggal 1 Juni 2026, sedangkan penutupan dilakukan hingga tanggal 2 Juni 2026 yang akan digunakan untuk bersih-bersih.
"Terkait adanya usulan dibuka, Kasada merupakan acara adat, sehingga kami akan memperlihatkan aspirasi masyarakat adat Tengger untuk penyesuaian dengan aktivitas wisatawan," katanya. (wso/gol)