news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander.
Sumber :
  • rohmadi

Wanita Disabilitas di Jombang Diduga Tewas Dianiaya Kakak Kandung, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Kematian CH (47), perempuan disabilitas asal Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com – Kematian CH (47), perempuan disabilitas asal Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar. Korban diduga meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan berulang yang diduga dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri, S.

Dugaan kekerasan tersebut diungkap oleh sejumlah saksi yang tinggal di sekitar rumah kos tempat keduanya menetap. Salah satunya, Ayu Syarifah Wulandari (26), yang mengaku mendengar dan melihat langsung rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Menurut Ayu, pada pagi hari sebelum kejadian, korban sempat meminta kakaknya untuk tidak berangkat bekerja. Tak lama kemudian, suara pertengkaran terdengar dari dalam kamar yang mereka tempati.

"Korban sempat keluar kamar sambil marah-marah, lalu diseret kembali ke dalam. Bahkan bajunya sampai ditelanjangi. Alasannya karena makan satu kilogram bumbu pecel, tapi warga di sini tidak ada yang percaya dengan alasan itu," ujar Ayu, Kamis (18/6).

Keributan itu kemudian berlanjut menjadi dugaan aksi kekerasan fisik. Dari jendela kamar, Ayu melihat tubuh korban telah dipenuhi memar.

"Awalnya dipukul pakai tangan kosong. Setelah itu terus dipukuli, tidak berhenti-henti," katanya.

Tak hanya itu, korban juga diduga menjadi sasaran pemukulan menggunakan berbagai benda di dalam kamar. Saksi menyebut tongkat sapu digunakan hingga patah, bahkan korban diduga dipukul menggunakan ulekan serta dibenturkan ke dinding.

"Pakai tongkat sapu sampai patah, pakai ulekan, dibenturkan ke tembok, bahkan sempat dicelupkan ke kamar mandi," ungkapnya.

Setelah suasana mendadak hening, S keluar kamar sambil menangis dan meminta bantuan warga. Kepada tetangga, ia mengaku adiknya terjatuh di kamar mandi. Namun saat warga masuk untuk memeriksa kondisi korban, CH sudah tidak bernyawa.

Sejumlah luka ditemukan di tubuh korban, mulai dari lebam di wajah, telinga yang robek dan mengeluarkan darah, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki. Warga juga melihat adanya dugaan bekas cekikan di leher korban.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan adanya dugaan penganiayaan yang dialami korban sebelum meninggal dunia. Keterangan saksi yang telah dikumpulkan polisi mengarah pada tindakan kekerasan yang terjadi berulang kali.

"Berdasarkan keterangan saksi, memang ada penganiayaan yang dilakukan berulang, baik menggunakan tangan maupun benda lain seperti sapu. Saksi mendengar dan melihat kejadian tersebut," jelas Dimas.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, polisi bersama tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah CH pada Minggu (14/6).

Hasil sementara menunjukkan bahwa korban meninggal secara tidak wajar.

"Kematiannya dipastikan tidak wajar. Namun untuk rincian hasil autopsi masih dalam proses penyusunan oleh tim forensik," tambahnya.

Polisi juga telah mengamankan S, kakak korban yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Meski demikian, proses pemeriksaan belum berjalan maksimal lantaran yang bersangkutan lebih banyak diam dan tidak memberikan jawaban saat dimintai keterangan penyidik.

Selain itu, sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian, di antaranya sapu dan beberapa benda lain yang diduga digunakan saat penganiayaan berlangsung.

"Status yang bersangkutan masih terperiksa. Kami akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu sebelum menentukan status hukumnya," pungkas Dimas.

Sebelumnya, makam CH di Dusun Pajaran, Desa Peterongan, dibongkar pada Minggu siang untuk kepentingan autopsi. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul dugaan bahwa perempuan disabilitas itu meninggal akibat tindak kekerasan yang terjadi pada Jumat (12/6) lalu. (roi/far)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
01:35
01:53
00:59
01:26
01:03

Viral