- Antara
Gangguan Listrik Berdampak Bagi UMKM
tvOnenews.com - Gangguan pasokan listrik yang terjadi selama dua pekan terakhir telah membawa dampak besar bagi kelangsungan dunia usaha khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami menyoroti dampak gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi khususnya pelaku UMKM, usaha rumahan, industri kecil dan menengah, serta sektor perdagangan dan jasa," kata Ketua KADIN Surabaya M. Ali Affandi L.N.M di Surabaya, Senin.
Ali Affandi menegaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha.
Terlebih, kata dia, listrik saat ini merupakan salah satu fondasi utama aktivitas ekonomi modern tidak hanya terhadap pabrik-pabrik besar melainkan juga UMKM yang bergantung pada listrik.
Ia mengatakan banyak ibu-ibu yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha frozen food, ada pemilik laundry yang harus menghentikan pekerjaan, ada pedagang yang kehilangan produk karena pendingin tidak berfungsi, serta pelaku usaha kecil yang kehilangan waktu produksi dan kesempatan memperoleh pendapatan.
"Karena itu gangguan pasokan listrik harus dilihat sebagai persoalan ekonomi masyarakat, bukan semata persoalan teknis jaringan,” ujarnya.
Ia menekankan UMKM dan usaha rumahan merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi gangguan pasokan listrik karena sebagian besar tidak memiliki fasilitas cadangan seperti genset maupun sistem penyimpanan energi.
Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha kecil sehari-hari mulai dari pelaku usaha frozen food, katering, bakery, penjual minuman dingin, warung makan, laundry, penjahit, percetakan skala kecil, bengkel, toko kelontong, hingga usaha berbasis digital.
Menurutnya, kebutuhan energi Jawa Timur akan terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri, pusat logistik, perdagangan modern, industri digital, serta investasi baru yang masuk ke daerah.
Oleh sebab itu, Ali Affandi mengingatkan kondisi tersebut harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur kelistrikan yang memadai agar tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi.
"Gangguan pasokan listrik tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis semata. Dampaknya menjalar ke berbagai sektor ekonomi, memengaruhi produktivitas usaha, aktivitas perdagangan, rantai pasok, hingga pendapatan masyarakat," katanya.(chm)