- tvOne - zainal azkhari
Solar Subsidi Langka, Organda Jatim Minta Pertamina Segera Normalkan Pasokan
Surabaya, tvOnnews.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah SPBU di wilayah Surabaya dan Jawa Timur mulai mengganggu kelancaran sektor transportasi dan logistik. Pengusaha angkutan darat mengaku mengalami kerugian besar, bahkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah akibat antrean panjang hingga keterbatasan pasokan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur. Para pelaku usaha mengeluhkan terhambatnya distribusi barang karena ketersediaan solar bersubsidi semakin sulit diperoleh.
Ketua Divisi Khusus Angkutan Barang DPD Organda Jawa Timur, Kodi Lamahayu, menyatakan aktivitas angkutan yang melayani Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Gresik, hingga jalur lintas provinsi sangat bergantung pada pasokan solar bersubsidi.
“Sejak tiga hari terakhir, banyak SPBU kehabisan stok. Akibatnya, sopir truk harus mengantre berjam-jam, bahkan sering pulang tanpa mendapatkan bahan bakar,” ujar Kodi.
Ia menambahkan, sejumlah lokasi pengisian di Surabaya juga membatasi jumlah pembelian untuk kendaraan barang. Hal ini membuat kebutuhan operasional tidak terpenuhi secara maksimal, sehingga banyak armada terpaksa berhenti beroperasi.
Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran bongkar muat barang di pelabuhan. Proses yang seharusnya selesai pada siang hari kerap molor hingga malam karena menunggu pasokan bahan bakar. Akibatnya, risiko keterlambatan dan denda usaha semakin besar.
“Kalau solar langka satu hari saja, kami bisa tidak beroperasi selama satu hari. Jika berlangsung lima hari, kerugian bisa mencapai puluhan miliar rupiah dan mengancam kelancaran distribusi barang di pelabuhan,” tegas Kodi Lamahayu.
Salah satu sopir truk yang mengaku merasakan kesulitan tersebut, Budi Santoso, menyampaikan bahwa ia harus mengantre hingga lebih dari tiga jam di satu SPBU, namun akhirnya hanya mendapatkan separuh dari kebutuhan bahan bakarnya.
“Sudah mengantre sejak pukul 08.00 pagi, baru dapat sedikit saja. Kalau begini terus, jadwal pengiriman jadi kacau dan kami juga yang menanggung risiko keterlambatan,” ungkapnya.
Organda Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan pasokan solar bersubsidi ke seluruh SPBU.