- Miftakhul Erfan
Warga Madiun Sukses Ciptakan Biodiesel Ramah Lingkungan dari Limbah MBG, Minyak Bekas, dan Ampas Tebu
Limbahnyapun diambil langsung dari dapur MBG area Madiun. Tinggal kita menyediakan alat angkut (transpotnya) sendiri.
Hasil Uji BBM Biodisel BM-100
Terobosan ini bukan sekadar teori di atas kertas. Biodiesel BM-100 telah diuji coba langsung pada mesin traktor pertanian dan mobil diesel milik warga sekitar.
Menurut Ahmad Zaini, pemilik mesin traktor dan mobil berbahan bakar solar, hasilnya sangat memuaskan, meski masih tahap uji coba namun dilihat dari suara mesin dan asap kendaraan sudah terlihat bagus dari pada solar.
“Setelah pertama kali dicoba, hasilnya sangat memuaskan, lebih irit, tarikan lebih enteng, dan asap tidak hitam pekat, dan kami petani mendapat jatah pembelian hingga beberapa bulan ke depan sebagai uji coba dan untuk melihat dampaknya ke mesin,” ujar Ahmad Zaini.
Saat ini, Cahya mampu memproduksi sekitar 100 liter biodiesel per hari dari pabriknya di Kelurahan Manguharjo. Namun, ia memiliki target besar untuk memperluas kapasitas produksi hingga satu juta liter ke depannya.
Bahkan, Nigeria telah memesan biodiesel tersebut dengan harga jual sekitar Rp9.000 per liter.
Di dalam negeri, Kementerian Pertanian berencana memproduksi massal BBM ini guna disuplai khusus kepada para petani dan nelayan.
Hal ini sebagai langkah strategis mendukung Program Ketahanan Pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dimana nantinya akan ada SPBU khusus melayani para petani dan nelayan yang menjual biodiesel.
“Saat ini memang belum diperjualbelikan, kita masih nunggu uji kelayakan dan regulasi dari pemerintah dan kementrian. Namun sedikit gambaran harganya jauh lebih terjangkau dibanding solar,” pungkas Cahya. (men/far)