- Antara
Dosen AKN Blitar Latih Bank Sampah Kelurahan Klampok Olah Plastik dan Maggot BSF
tvOnenews.com - Tim dosen Akademi Komunitas Negeri (AKN) Putra Sang Fajar Blitar melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berjudul Inisiasi Industri Kecil Pengolahan Plastik Limbah Kemasan dan Maggot BSF pada Bank Sampah Kelurahan Klampok Berbasis Tata Kelola Profesional di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Kegiatan Mei–September 2026 ini ditujukan seluruh anggota Bank Sampah Kranjang Mas guna meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus memperkuat tata kelola organisasi secara profesional.
Program digagas Anang Widigdyo, Shanti Ike Wardani, dan Aditya Wirawantoro Putra dengan mitra Kelompok Bank Sampah Kranjang Mas. Kegiatan berangkat dari keterbatasan pengetahuan teknis dan sarana pengolahan sampah di bank sampah setempat yang selama ini lebih fokus pada pengumpulan dan penjualan sampah mentah.
"Anggota bank sampah kami memiliki semangat tinggi, tetapi keterbatasan ilmu dan peralatan menjadi hambatan utama. Plastik kemasan menumpuk tanpa proses lanjutan, sementara sampah organik belum dimanfaatkan menjadi produk bernilai," ujar Sofiatul Hasanah di Blitar.
Pelatihan Pengolahan Sampah dan Bantuan Peralatan
Tim dosen memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah plastik kemasan menjadi bahan setengah jadi, budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk sampah organik rumah tangga dan kotoran ternak, serta manajemen bank sampah profesional.
Sebagai dukungan nyata, tim menyerahkan 1 unit mesin pencacah plastik dan 1 unit mesin pembubur limbah organik. Mesin pencacah plastik mempermudah penghancuran limbah kemasan menjadi serpihan siap olah, sedangkan mesin pembubur limbah organik mendukung preparasi bahan baku budidaya maggot BSF guna menghasilkan maggot pakan ternak dan kasgot pupuk organik.
"Kami ingin bank sampah tidak hanya tempat menumpuk sampah, melainkan pusat industri kecil pengolahan plastik yang mampu menghasilkan produk setengah jadi berkualitas," kata Anang Widigdyo.
"Inovasi maggot BSF menjadi solusi efektif mengolah sampah organik sekaligus menciptakan produk sampingan bernilai ekonomi," ujar Aditya Wirawantoro di Blitar.
Penguatan Tata Kelola dan Dampak Program
Program bertujuan meningkatkan kemandirian Bank Sampah Kranjang Mas melalui tiga pilar, yakni biokonversi maggot BSF, pengolahan plastik kemasan, dan penguatan tata kelola profesional melalui penyusunan SOP serta aplikasi Smart System Bank Sampah. Seluruh anggota bank sampah terlibat aktif dalam setiap sesi pelatihan dan pendampingan.
"Tata kelola profesional adalah kunci agar bank sampah bertahan jangka panjang. Tanpa sistem yang baik, teknologi pengolahan saja tidak cukup," kata Shanti Ike Wardani.
Ketua Bank Sampah Kranjang Mas Sofiatul Hasanah menilai kegiatan ini memberikan perubahan nyata. Anggota kini lebih paham mengolah plastik dan budidaya maggot BSF, sementara bantuan mesin membuat pekerjaan lebih mudah dan cepat.
"Program ini sangat membantu kami. Sampah yang dulu terbuang percuma kini jadi sumber penghasilan. Pendapatan anggota meningkat, lingkungan Kelurahan Klampok pun lebih bersih," ujar Sofiatul Hasanah di Blitar.
Kegiatan selaras Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 8, 11, dan 12, mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, Asta Cita pembangunan nasional, serta Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). Tim dosen terus mendampingi hingga September 2026 agar Bank Sampah Kranjang Mas mandiri pasca program.
Tim pelaksana mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Sain dan Teknologi melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Tahun Pelaksanaan 2026, atas dukungan pendanaan dan fasilitasi kegiatan ini.(chm)