- Tim tvone - tim tvone
Gempa M7,7 Guncang NTT, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan
Surabaya, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur bergerak cepat dengan mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menyiapkan tenaga kesehatan, serta mempersiapkan bantuan logistik untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8).
“Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan, kepada korban luka semoga segera diberikan kesembuhan, dan seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan melewati masa sulit ini,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah menegaskan, bencana yang melanda NTT merupakan duka bersama yang harus direspons dengan semangat gotong royong. Menurutnya, solidaritas antardaerah tidak cukup diwujudkan melalui simpati dan doa, tetapi juga harus diterjemahkan dalam dukungan nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance menuju wilayah terdampak pada Minggu (16/8). Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang akan diperbantukan untuk bergabung dengan Basarnas dan unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan.