- Tim tvOne
Bikin Happy dan Jalin Kebersamaan Lintas Usia, Begini Asiknya Berdansa
Surabaya, tvOnenews com – Tak hanya aktivitas untuk menghibur diri, dansa juga bisa menjadi sarana menjaga kesehatan, melatih konsentrasi, sampai membangun kebersamaan lintas usia. Semangat tersebut tampak dalam Gathering Starlight Community.
Suasana penuh semangat dan keceriaan menghiasi Gathering Starlight Community yang digelar di sebuah hall restoran Surabaya. Acara tersebut diisi dengan penampilan singing, dancing, hingga line dance yang atraktif dan menghibur.
Sebuah komunitas dansa dan sosial di Surabaya, Starlight Community menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap dansa, line dance, dan bernyanyi. Selain kegiatan rutin, komunitas ini juga aktif menggelar acara dansa setiap bulan serta berbagai kegiatan untuk memperingati hari jadinya.
Puspita Dewi Prijadi, salah satu anggota Starlight Community dan Surabaya International Ballroom Dancesport Academy (SIBDA), menyebutkan, dirinya telah bergabung di komunitas ini sekitar empat tahun lalu dan merasa senang dapat terus belajar serta mengembangkan kemampuan berdansa bersama pendiri Starlight Community sekaligus pemilik Surabaya International Ballroom Dancesport Academy (SIBDA), Hadi Tjahjanto.
"Berdansa memberikan banyak manfaat, baik bagi kesehatan tubuh maupun kemampuan otak. Gerakan dansa yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan menghafal berbagai langkah serta koreografi membuat aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu menjaga pikiran tetap aktif, " ungkap wanita yang juga menjabat sebagai Presdir PT Matahari Sakti ini.
Dewi menambahkan, selain memberikan sensasi santai dan menyebangkan, dansa juga memiliki banyak manfaatnya untuk kesehatan.
Para penari harus menghafalkan langkah kaki dan koreografi, sehingga otak terus bekerja mengingat danss memiliki banyak teknik.
"Kalau tidak menguasai teknik dengan baik, tentu tidak bisa berdansa dengan indah dan harmonis, " tutur Dewi dengan bersemangat.
Sementara itu, dalam acara ini Hadi Tjahjono mengajak seluruh hadirin mempraktikkan gerakan dasar dansa dengan ketukan musik yang ritmis dan sederhana.
Dia juga mengajarkan gerakan dasar maju dan mundur. Peserta melangkahkan kaki kanan sedikit ke depan sambil memindahkan berat badan, kemudian menariknya kembali ke posisi semula. Setelah itu, kaki kanan dilangkahkan sedikit ke belakang sebelum kembali ke posisi berdiri normal. Seluruh gerakan dilakukan secara berulang dengan mengikuti irama musik.
Suasana makin semarak saat seluruh hadirin mengikuti instruksi dengan penuh perhatian. Anggota komunitas yang terdiri dari berbagai kelompok usia ini turut menikmati setiap gerakan.
Hadi menyebutkan, usia bukan menjadi penghalang untuk mulai belajar dansa. Sebagian muridnya bahkan berusia lebih dari 40 tahun. Beberapa di antaranya telah berusia sekitar 75 tahun, namun tetap sehat, aktif, dan energik saat berdansa.
“Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar dansa. Yang penting mau bergerak, menikmati musik, dan terus belajar,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian door prize bagi sejumlah peserta yang beruntung. Gathering Starlight Community ini sekaligus menunjukkan bahwa dansa bukan sekadar aktivitas hiburan.
"Dansa dapat menjadi ruang untuk bersosialisasi, menjaga kebugaran, melatih konsentrasi, mengembangkan kemampuan, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih prestasi yang lebih baik," tandas Hadu. (far)