- Tim tvone - tim tvone
Tak Hanya Ribuan Personel, Muktamar Ke-35 NU jluga Diawasi 100 Kamera
Jombang, tvOnenews.com — Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan pelayanan, kepesertaan, dan keamanan menjelang kedatangan ribuan peserta di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Selain menyiapkan ribuan personel di lapangan, panitia juga mengandalkan teknologi digital untuk memastikan proses kepesertaan sekaligus memperkuat pengawasan di seluruh area Muktamar.
Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan sebagian besar sarana dan prasarana di lokasi Muktamar telah hampir rampung. Saat ini, konsentrasi panitia diarahkan pada penyempurnaan pelayanan kepada para peserta.
"Persiapan terutama yang menyangkut hal-hal pelayanan terhadap peserta. Karena sarana dan prasarananya sudah hampir selesai semua, sekarang semua ini pelayanan dan mulai menyempurnakan pelayanan. Kita juga sudah mulai simulasi," ujar Gus Ipul, Selasa (25/8).
Menurutnya, ribuan sumber daya manusia yang akan terlibat dalam pelayanan telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan mulai menjalani simulasi agar mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada muktamirin.
"Kita lihat sumber daya manusianya begitu banyak dan sudah mengikuti bimtek. Mudah-mudahan ini bisa melayani peserta dengan baik," katanya.
Untuk memperkuat pengawasan, panitia juga menyiapkan sistem pemantauan berbasis digital.
Lebih dari 100 kamera pengawas dipasang di berbagai titik strategis. Kamera tersebut mencakup arena persidangan, lokasi akomodasi, tempat konsumsi, hingga sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Muktamar.
Seluruh kamera terhubung dengan command center yang berfungsi sebagai pusat pemantauan.
Sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi di lapangan. Setiap laporan atau persoalan yang muncul juga dapat dicatat dan diteruskan kepada petugas yang bertanggung jawab untuk segera ditangani.
Dengan sistem ini, panitia berharap berbagai persoalan yang muncul selama Muktamar dapat diketahui dan ditangani dengan lebih cepat.
Sementara itu, terkait rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul mengatakan panitia telah menyampaikan undangan resmi kepada Presiden.
Koordinasi dengan protokol Istana juga terus dilakukan untuk mempersiapkan agenda tersebut.
"Mudah-mudahan beliau ada waktu bisa membuka secara langsung, insya Allah. Kita sudah mengundang secara resmi dan kita sudah berkoordinasi dengan protokol Istana. Mudah-mudahan semuanya sesuai harapan kita," ujarnya.
Dari sisi kepesertaan, panitia memastikan proses verifikasi peserta terus dimatangkan. Hingga saat ini, data peserta resmi yang memiliki hak suara telah mencapai 97 persen, dengan total 557 perwakilan dari Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Muh. Nuh, mengatakan jumlah tersebut dinilai telah memenuhi kebutuhan kuorum.
"Daftar peserta resmi yang memiliki hak suara 557 PW, PC, PCI. Itu sudah 97 persen. Jadi aman dari sisi kuorumnya, sudah kita verifikasi," ujar Muh Nuh.
Panitia juga telah menyiapkan sistem kepesertaan berbasis teknologi. Setiap kartu peserta dilengkapi chip yang akan menentukan wilayah akses pemegang kartu di arena Muktamar.
"Model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan, sudah pakai chip. Jadi setiap kartu peserta memiliki wilayah akses tertentu di arena Muktamar," jelasnya.
Selain itu, panitia telah memiliki data detail mengenai peserta dari masing-masing wilayah dan cabang, termasuk posisi Rais Syuriyah, Katib Syuriyah, ketua, dan sekretaris.
Untuk peserta dengan status karteker, panitia tetap memberikan hak sebagai peninjau.
"Satu cabang itu ada empat yang kita undang, PW juga empat, PCI juga empat, yaitu Rais Syuriyah, Katib Syuriyah, ketua, dan sekretaris. Dan itu kita sudah punya datanya," katanya.
Dari sisi keamanan dan pelayanan, Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU juga menyiapkan ribuan personel.
Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan sekitar 2.500 personel telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar.
Personel tersebut terdiri dari tim pengamanan, transportasi, dan berbagai unsur pendukung lainnya.
Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 4000 personel apabila ditambah relawan dan satuan tugas (Satgas).
"Panitia yang kita siapkan, insya Allah dengan seluruhnya, dengan tim pengamanannya itu kurang lebih 2500-an. Tim pengamanan, transportasi, semuanya. Selain relawan, kalau dengan relawan dan Satgas ada 4000," ungkap Gus Rozaq.
Selain itu, Pesantren Bahrul Ulum juga menyiapkan Warrior Carbon Bahrul Ulum yang melibatkan sekitar 700 santri untuk mendukung pelaksanaan Muktamar.
Dengan berbagai persiapan tersebut, panitia memastikan pelayanan, pengamanan, kepesertaan, hingga sistem pengawasan terus dimatangkan.
Para peserta Muktamar diperkirakan mulai berdatangan pada Rabu (26/8). Kedatangan ribuan muktamirin dari berbagai daerah sekaligus akan menandai dimulainya rangkaian perhelatan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang. (roi/hen)