- tim tvone - rohmadi
Gus Salam Soroti Isu Tekanan Peserta Muktamar: “Hormati Tuan Rumah Tambakberas"
Menurut Gus Salam, peserta Muktamar seharusnya diberikan ruang untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan tenang.
Ia juga mengingatkan bahwa kedatangan peserta dari berbagai daerah ke Jombang merupakan kesempatan untuk berziarah ke makam para ulama dan muassis NU.
"Mereka datang ke sini itu untuk bermuktamar. Mungkin juga ini di Jombang, Tambakberas, tentu berharap bisa berziarah di berbagai tempat, kesempatan yang tidak mudah, apalagi bagi beliau-beliau yang ada di luar Jawa," tuturnya.
Karena itu, ia meminta tidak ada pembatasan yang justru membuat peserta merasa tidak nyaman selama berada di Jombang.
"Saya kira karantina-karantina itu tidak patutlah. Biarkan mereka menikmati Muktamar ini dengan kenyamanan, ketenteraman, ketenangan, berdoa di tempat-tempatnya para muassis, yang kemudian nanti membawa keberkahan," tegas Gus Salam.
Gus Salam kemudian menyinggung informasi yang menyebut adanya peserta yang tertahan atau dicegat sebelum tiba di lokasi Muktamar. Menurutnya, jika informasi tersebut benar dan sampai melibatkan panitia Muktamar, kondisi tersebut justru berpotensi merugikan tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
"Dan yang aneh kalau itu melibatkan panitia Muktamar juga. Kasihan dong tuan rumahnya," katanya.
Ia meminta seluruh pihak menghormati kerja keras keluarga besar Tambakberas yang telah mempersiapkan Muktamar dalam waktu yang relatif singkat.
Menurut Gus Salam, tuan rumah telah mengerahkan tenaga dan sumber daya untuk menyambut para peserta dari berbagai daerah.
"Kasihan Tambakberas yang sudah bersusah payah di tengah waktu yang sangat mepet, mereka harus mempersiapkan semuanya, tapi kemudian pesertanya dicegat di Surabaya," ujarnya.
Gus Salam pun menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan penghormatan terhadap tuan rumah dan para ulama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan NU.
"Hormati tuan rumah. Hormati para kiai-kiai yang telah berjuang untuk Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (roi/hen)