- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Viral Warga Surabaya Mengaku Diminta Polisi Transfer Rp1 Juta saat Ambil Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan
Pasalnya, ia sendiri diminta untuk mengarsipkan atau menyembunyikan unggahannya. Ia menyadari hal tersebut menimbulkan kegaduhan lantaran dinilai menyudutkan pihak tertentu.
Alih-ailh menyetujui, ia justru menolak permintaan untuk menghadiri agenda mediasi dan penghapusan unggahan yang viral di media sosial.
"Saya meminta agar masalah ini dapat diusut dengan serius dan memastikan kejadian serupa tidak terjadi kepada siapa pun dan di mana pun," tegasnya dalam poin ketiga disampaikan olehnya.
Dalam poin berikutnya, ia mengaku siap menghapus unggahannya dan bertanggung jawab terkait kegaduhan yang terjadi di ruang publik. Ia juga akan meminta maaf apabila tuduhannya terbukti salah.
"Namun apabila ternyata hal tersebut benar, saya harap pihak kepolisian juga melakukan hal yang sama," tambahnya.
Kendaraan Sepeda Motor yang Ditahan Siap Dikembalikan
- Antara
Lebih lanjut, Kristiani menyampaikan kabar terbaru terkait dampak unggahannya yang viral di media sosial. Polisi sempat memberikan pengawaran kepadanya bahwa mereka siap mengembalikan kendaraan sepeda motor miliknya yang ditahan di Polsek Dukuh Pakis.
Selain itu, kata dia, pihak kepolisian juga akan mengembalikan uang Rp1 juta yang sudah ditransfer olehnya. Alih-alih berhasil, tawaran itu berakhir batal setelah mendapatkan telepon dari sosok mengaku atasannya.
"Atasannya menghubungi saya sepertinya tidak jadi datang," katanya.
Ia pun mengaku kendaraan sepeda motor masih berada di Polsek Dukuh Pakis. Ia memutuskan agar kendaraan sebagai barang bukti kecelakaan tersebut diambil sendiri olehnya.
Respon Polrestabes Surabaya
Kejadian yang viral di media sosial langsung menuai reaksi dari Polrestabes Surabaya. Pasalnya, unggahan tersebut sukses menarik perhatian dan gelombang amarah dari publik.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyampaikan permintaan maaf akibat tindakan dari oknum anggotanya. Pengambilan barang bukti kecelakaan lalu lintas seharusnya gratis karena tidak dipungut biaya apa pun.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila beberapa waktu yang lalu viral ditemukan oknum anggota yang menunjukkan perilaku maupun pelayanan kurang berkenan di lapangan dalam proses pengembalian BB laka yang seharusnya GRATIS," tulis Luthfie dalam keterangan melalui Instagram pribadinya.