- Tim tvone - tim tvone
Jadi Jujugan, Tim PORA Perketat Pengawasan WNA di Banyuwangi
Banyuwangi, tvOnenews.com – Kabupaten Banyuwangi menjadi pusaran dinamika perlintasan internasional karena adanya peningkatan investasi asing di sektor agrikultur, ekowisata, hingga ekonomi biru. Mengantisipasi eskalasi pergerakan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk melalui sejumlah akses strategis, pihak Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat Kabupaten Banyuwangi, Kamis (27/08) kemarin.
Banyuwangi yang memiliki wilayah terluas di Jawa Timur, dengan daya tarik pesona Gunung Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, hingga berbagai macam kebudayaan lokal, yang juga didukung oleh mobilitas via Bandara Banyuwangi, stasiun kereta api dan penyeberangan ASDP Ketapang, telah menjadi magnet utama bagi WNA yang bertujuan untuk berlibur, bekerja, maupun menanamkan modal. Dinamika sosial-ekonomi yang pesat ini menuntut pengawasan yang adaptif agar manfaat investasi berjalan selaras dengan ketertiban hukum dan keamanan nasional.
Konsolidasi Lintas Sektoral dan Landasan Hukum Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 17 perwakilan instansi vital di tingkat daerah. Institusi yang hadir mencakup Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta, Lanal, Detasemen TNI AU, Kejaksaan Negeri, BIN Posda, BNN, hingga otoritas transportasi daerah seperti Angkasa Pura dan ASDP Ketapang.
Secara yurisdiksi, pembentukan dan rapat evaluasi ini mengakar kuat pada Pasal 69 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta aturan keanggotaan minimal dari Pasal 51 Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2025.
Setelah pembacaan laporan pertanggungjawaban oleh Kepala Subseksi TI, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, forum secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi, Muhammad Ervan Lesmana. Dalam sambutannya, Ervan menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan daerah dan proteksi wilayah.
"Timpora hadir di sini untuk memastikan bahwa setiap aktivitas WNA di Bumi Blambangan memberikan dampak positif bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Kita terbuka bagi dunia, namun kita tegak lurus pada aturan hukum," tegas Ervan.
Integrasi Informasi dan Langkah Taktis Ke Depan Membawa semangat sentral bahwa “Sinergi TIM PORA” bukan hanya tentang rapat, tetapi integrasi informasi, tindakan bersama, dan respons cepat terhadap potensi pelanggaran WNA.