- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Heboh, Benarkah Ada Link Telegram Foto dan Video Seksual Mahasiswa UB? Ini Fakta Kasus yang Viral
Para peserta magang disebut tinggal di tempat yang sama selama program berlangsung. Kondisi tersebut membuat akses terhadap ruang privat menjadi salah satu bagian penting yang kini menjadi perhatian dalam penanganan kasus.
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Selain dugaan perekaman tanpa persetujuan, informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan kontak fisik terhadap sejumlah korban. Peristiwa tersebut disebut menimbulkan trauma bagi pihak yang merasa menjadi korban.
Pihak tempat pelaksanaan magang dilaporkan telah memberikan sanksi awal terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.
Sementara itu, Universitas Brawijaya memastikan kasus tersebut telah masuk dalam mekanisme penanganan internal kampus.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FBiPK UB Noer Rahmi Ardiarini membenarkan penanganan tersebut.
"Sudah ditangani melalui Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan FBiPK UB," kata Noer Rahmi saat dikonfirmasi, Sabtu (28/8/2026).
Benarkah Ada Link Telegram Foto dan Video?
Pertanyaan mengenai link Telegram muncul bersamaan dengan meluasnya pembahasan kasus di media sosial.
Namun, publik perlu membedakan antara dugaan adanya materi digital dengan klaim bahwa terdapat satu tautan Telegram yang berisi kumpulan foto dan video korban.
Sejumlah laporan memang menyebut Telegram dalam konteks kasus dugaan penyebaran konten seksual di lingkungan UB. Dalam kasus lain yang turut ramai dibicarakan, seorang mahasiswi mengaku foto dirinya tersebar di grup Telegram berkonten dewasa.
Korban mengaku pada 20 Mei 2026 menerima pesan dari akun anonim yang memberitahukan bahwa foto-fotonya tersebar.
"20 Mei 2026, akun anonim instagram mengirimkan DM berisikan laporan bahwa foto saya tersebar di grup 18+ telegram, yang disebarluaskan oleh akun 'kingcum'," kata @tempatsampahub.
Korban kemudian mengaku menemukan bahwa sebagian foto yang beredar bukan hanya berasal dari media sosial miliknya. Ia juga menduga terdapat foto yang diambil secara diam-diam ketika berada di lingkungan kampus.
"Setelah diselidiki lebih lanjut, akun 'kingcum' jg memiliki foto-foto paparazi saya saat berada di lingkungan kampus, setelah itu akun anonim tsb tidak bisa dihubungi kembali," ungkapnya.
Dalam penelusuran yang dilakukan korban bersama pihak kampus, ia menyebut orang yang diduga mengambil salah satu foto tersebut diketahui berinisial RAS.