news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Benarkah Ada Link Telegram Foto dan Video Seksual Mahasiswa UB? Ini Fakta Kasus yang Viral.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Heboh, Benarkah Ada Link Telegram Foto dan Video Seksual Mahasiswa UB? Ini Fakta Kasus yang Viral

Kasus mahasiswa UB diduga menyimpan ratusan foto dan video seksual viral. Benarkah ada link Telegram? Waspadai tautan palsu, phishing, scam, dan kebocoran
Senin, 31 Agustus 2026 - 13:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa UB menjadi perbincangan luas di media sosial. 

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada dugaan perekaman aktivitas pribadi rekan magang tanpa izin, tetapi juga pada klaim mengenai keberadaan ratusan foto, video, dan rekaman percakapan pribadi yang disebut tersimpan di ponsel terduga pelaku.

Di tengah derasnya pembahasan, muncul pertanyaan lain yang tidak kalah mengundang rasa penasaran: benarkah terdapat link Telegram yang berisi foto dan video seksual dalam kasus tersebut? 

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendadak menjadi perhatian luas setelah informasi mengenai peristiwa tersebut beredar di platform X. 

Unggahan yang pertama kali muncul di media sosial kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun lain sehingga pembahasannya meluas.

Mahasiswa Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB berinisial G disebut diduga merekam aktivitas pribadi sejumlah rekan peserta magang tanpa izin. 

Para peserta magang tersebut berasal dari beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kasus tersebut disebut terjadi ketika program magang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Perhatian publik semakin besar setelah muncul informasi mengenai ratusan file yang diduga tersimpan di ponsel G. Sejumlah laporan menyebut dokumentasi tersebut mencakup foto, video aktivitas pribadi, hingga rekaman panggilan video. 

Di tengah ramainya kasus di X, muncul pula pertanyaan warganet mengenai kemungkinan adanya penyebaran materi melalui Telegram. Namun, keberadaan sebuah link Telegram publik yang berisi seluruh materi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.

Kasus Bermula dari Kecurigaan Saat Magang

Dugaan tersebut disebut mulai terungkap ketika salah seorang rekan mencurigai aktivitas G saat berada di kamar mandi. Kecurigaan itu kemudian berujung pada klarifikasi terhadap mahasiswa tersebut.

Dalam informasi yang beredar, G disebut mengakui perbuatannya. Pemeriksaan terhadap ponselnya kemudian disebut menemukan ratusan dokumentasi yang disimpan dalam folder tersembunyi.

Salah satu laporan menyebut jumlah file yang ditemukan mencapai sekitar 900. Materi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pribadi rekan-rekan peserta magang.

Para peserta magang disebut tinggal di tempat yang sama selama program berlangsung. Kondisi tersebut membuat akses terhadap ruang privat menjadi salah satu bagian penting yang kini menjadi perhatian dalam penanganan kasus.

Ilustrasi Fakta Mencengangkan Mahasiswa UB yang Viral, Diduga Simpan Ratusan Foto dan Video Seksual Rekan Magang
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Selain dugaan perekaman tanpa persetujuan, informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan kontak fisik terhadap sejumlah korban. Peristiwa tersebut disebut menimbulkan trauma bagi pihak yang merasa menjadi korban.

Pihak tempat pelaksanaan magang dilaporkan telah memberikan sanksi awal terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.

Sementara itu, Universitas Brawijaya memastikan kasus tersebut telah masuk dalam mekanisme penanganan internal kampus.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FBiPK UB Noer Rahmi Ardiarini membenarkan penanganan tersebut.

"Sudah ditangani melalui Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan FBiPK UB," kata Noer Rahmi saat dikonfirmasi, Sabtu (28/8/2026).

Benarkah Ada Link Telegram Foto dan Video?

Pertanyaan mengenai link Telegram muncul bersamaan dengan meluasnya pembahasan kasus di media sosial.

Namun, publik perlu membedakan antara dugaan adanya materi digital dengan klaim bahwa terdapat satu tautan Telegram yang berisi kumpulan foto dan video korban.

Sejumlah laporan memang menyebut Telegram dalam konteks kasus dugaan penyebaran konten seksual di lingkungan UB. Dalam kasus lain yang turut ramai dibicarakan, seorang mahasiswi mengaku foto dirinya tersebar di grup Telegram berkonten dewasa.

Korban mengaku pada 20 Mei 2026 menerima pesan dari akun anonim yang memberitahukan bahwa foto-fotonya tersebar.

"20 Mei 2026, akun anonim instagram mengirimkan DM berisikan laporan bahwa foto saya tersebar di grup 18+ telegram, yang disebarluaskan oleh akun 'kingcum'," kata @tempatsampahub.

Korban kemudian mengaku menemukan bahwa sebagian foto yang beredar bukan hanya berasal dari media sosial miliknya. Ia juga menduga terdapat foto yang diambil secara diam-diam ketika berada di lingkungan kampus.

"Setelah diselidiki lebih lanjut, akun 'kingcum' jg memiliki foto-foto paparazi saya saat berada di lingkungan kampus, setelah itu akun anonim tsb tidak bisa dihubungi kembali," ungkapnya.

Dalam penelusuran yang dilakukan korban bersama pihak kampus, ia menyebut orang yang diduga mengambil salah satu foto tersebut diketahui berinisial RAS.

"Saya menindaklajuti dengan mengajukan CCTV kepada pihak kampus untuk melihat siapa yg berjalan di belakang saya pada saat itu. Setelah proses pengajuan dan investigasi bersama pihak kampus, diketahui bahwa orang yg memfoto saya pada saat itu adalah RAS," katanya.

Meski demikian, kasus tersebut perlu dipisahkan dari dugaan kasus mahasiswa FBiPK UB yang sedang ditangani. Keduanya sama-sama berkaitan dengan isu privasi dan konten seksual di lingkungan UB, tetapi informasi yang tersedia tidak otomatis membuktikan bahwa semua materi berasal dari sumber atau tautan yang sama.

Karena itu, klaim di media sosial mengenai “link Telegram asli”, “folder lengkap”, atau “video full” perlu diperlakukan sebagai informasi yang belum terverifikasi.

Waspada Link Palsu yang Memanfaatkan Kasus Viral

Fenomena seperti ini juga membawa risiko baru. Ketika sebuah kasus sedang viral, rasa penasaran publik dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan tautan palsu.

Modusnya bisa berupa unggahan yang menjanjikan akses ke “video lengkap” atau “foto korban”, kemudian mengarahkan pengguna ke situs tertentu. Pengguna dapat diminta memasukkan nomor telepon, alamat email, kata sandi, kode OTP, atau informasi pribadi lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya telah mengingatkan masyarakat mengenai modus smishing, yakni penipuan melalui pesan yang bertujuan membuat korban memberikan data pribadi atau membuka tautan berbahaya.

Karena itu, tautan yang muncul bersamaan dengan isu viral tidak boleh otomatis dianggap sebagai sumber informasi. Phishing pada dasarnya merupakan upaya mengelabui seseorang agar memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak berhak.

Ada beberapa tanda yang patut dicurigai, seperti tautan dengan alamat situs tidak jelas, permintaan login secara mendadak, permintaan kode OTP, permintaan data pribadi, atau halaman yang memaksa pengguna mengunduh aplikasi.

Dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan konten intim, risikonya bahkan lebih besar. Mengklik, mengunduh, menyimpan, atau meneruskan materi yang diduga diperoleh tanpa persetujuan dapat memperluas kerugian terhadap korban sekaligus memperbesar jejak digital yang sulit dikendalikan. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral