- tim tvOne
KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, RMI NU Jawa Timur Sampaikan Harapan
Kiai Tamam menilai perbedaan pandangan yang muncul selama proses Muktamar merupakan bagian dari dinamika organisasi. Setelah kepemimpinan baru ditetapkan, ia mengajak seluruh pihak untuk kembali bersatu dan fokus menjalankan agenda organisasi.
“Hiruk pikuk perbedaan pendapat dan pandangan itu wajar sebuah proses pemilihan. Namun kini telah diterpilih, Mari sekarang kita kembali Bersatu. Setelah bersaing di laga muktamar ini banyak PR yang harus segera di jalankan pleh PBNU terutama dampak ekonomi dan politik gelobal yang tidak mudah dan berdampak bagi ekonomi ummat di bawah serba sulit saat ini,” ujarnya.
Sebagai Pembina RMI PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Ponpes Modern Al-Fatimah, Kiai Tamam berharap PBNU ke depan dapat membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah tanpa kehilangan sikap kritis.
Menurutnya, NU tetap perlu memberikan masukan apabila terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat bagi masyarakat, tanpa harus mengambil sikap berseberangan dengan pemerintah.
”Duet maut Rais Aam & Ketua Umum PBNU adalah sosok yang tepat ideal karna yang satu berlatar belakang pesantren nyel yang satunya kyai ya pengusaha top jadi urusan dunia akhirat ummat NU akan terwujud dengan baik terutama menata ekonomi keumatan beliau sudah ahlinya,” tungkasnya. (gol)