- tvOne - rohmadi
Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Pulang ke Tebuireng Disambut Ribuan Santri
Jombang, tvOnenews.com — KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pulang ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Kepulangan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut disambut ribuan santri dengan lantunan Ya Lal Wathan, salawat, serta penampilan tim hadrah pesantren. Suasana haru dan kebahagiaan mewarnai penyambutan Gus Kikin pada Minggu (30/8).
Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Kedatangannya di Tebuireng menjadi momen istimewa bagi para santri. Mereka menyambut langsung sosok yang selama ini menjadi pengasuh pesantren sekaligus kini dipercaya memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Salah seorang santri Tebuireng, Munarwan, mengaku turut merasakan kebahagiaan atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.
“Senang karena pengasuhnya sendiri. Jadi rasa di dalam hati itu ikut senang, ikut bangga karena pengasuhnya bisa menang, mencalonkan diri menjadi ketua umum,” ujar Munarwan.
Setelah menerima sambutan dari ribuan santri, Gus Kikin kemudian menuju kompleks makam keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng.
Gus Kikin berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus kakeknya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Dalam ziarah tersebut, Gus Kikin tampak membawa sebuah tongkat yang disebut merupakan milik KH Hasyim Asy'ari.
Gus Kikin didampingi KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah. Keduanya kemudian mengikuti doa bersama dan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy'ari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta keluarga besar Tebuireng.
Ziarah tersebut berlangsung khusyuk. Setelah berdoa di makam para masyayikh, Gus Kikin menyampaikan rasa syukur atas sambutan yang diberikan para santri.
Di balik kebahagiaan karena terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin mengaku menyadari ada tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya.
"Menjadi Ketua Umum PBNU, saya ada senang, ada rasa beban, karena itu merupakan sesuatu amanah yang cukup serius untuk bisa dipikirkan, karena mengandung satu beban yang cukup berat,” kata Gus Kikin.
Menurut dia, Tebuireng memiliki posisi penting dalam perjalanan keilmuan dan tradisi Nahdlatul Ulama. Di pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu, para santri terus mempelajari warisan keilmuan yang ditinggalkan pendiri NU tersebut.
“Dan di Pondok Tebuireng inilah kita semuanya belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari. Ilmu-ilmu beliau itu sangat mendalam, ilmu-ilmu beliau itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat,” ujarnya.
Gus Kikin berharap para santri tidak hanya menjadikan pesantren sebagai tempat menimba ilmu. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu mengambil keteladanan dari para ulama dan meneruskan warisan keilmuan yang telah dibangun KH Hasyim Asy'ari.
Warisan tersebut, menurut Gus Kikin, tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepulangan Gus Kikin ke Tebuireng setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pun menjadi simbol dimulainya amanah baru dalam perjalanan pengabdiannya.
Dari pesantren tempatnya mengabdi, Gus Kikin kini membawa mandat untuk memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.
Terpilihnya Gus Kikin sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru PBNU masa khidmat 2026-2031, setelah Muktamar ke-35 NU menetapkan kepemimpinan baru organisasi. (roi/gol)