- Tim tvone - happy
Antrean Kendaraan Mengular Belasan Kilometer di Ketapang, Ini yang Dilakukan ASDP dan GAPASDAP
Ketua Umum DPP GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan kapal, melainkan karena kapasitas dan produktivitas dermaga menurun ketika kebutuhan penyeberangan tetap tinggi.
Saat ini terdapat 56 armada kapal di lintas Ketapang–Gilimanuk. Dalam kondisi normal, sekitar 28-32 kapal dapat beroperasi setiap hari. Namun, kemampuan operasi turun menjadi sekitar 23 kapal karena dua fasilitas dermaga tidak dapat digunakan secara optimal.
Dermaga MB II ditutup sejak 21 Agustus 2026 untuk pekerjaan peningkatan kapasitas hingga Maret 2027. Dermaga tersebut direncanakan dapat difungsikan sementara pada masa Natal dan Tahun Baru 2026. Sementara itu, Dermaga Bulusan belum dapat dioperasikan karena dua fender roboh ke laut dan memerlukan perbaikan.
“Kapalnya tersedia, tetapi tempat sandarnya berkurang. Kapal hanya dapat melayani kendaraan apabila tersedia dermaga dan waktu sandar. Jadi, akar persoalannya bukan kekurangan kapal, melainkan keterbatasan kapasitas dermaga yang saat ini semakin berkurang karena dua dermaga belum dapat digunakan,” jelas Khoiri.
Kondisi tersebut juga diperberat oleh Dermaga LCM Ketapang yang belum terintegrasi secara optimal dengan pelabuhan utama. Selain itu, MB I yang berkapasitas sekitar 30 ton dan MB III sekitar 20 ton memiliki keterbatasan dalam melayani kendaraan berat. Kendaraan berat dan ringan juga belum sepenuhnya dipisahkan sehingga pergerakan kendaraan ringan ikut terhambat.
Kemacetan ini berimplikasi langsung terhadap pelayanan penyeberangan dan distribusi logistik Jawa–Bali. Waktu tunggu menjadi lebih panjang, biaya angkutan meningkat, jadwal distribusi terganggu, pengemudi mengalami kelelahan, dan antrean meluas hingga jalan nasional.
“Karena itu, penyelesaiannya perlu didukung bersama, sekaligus diimbangi dengan langkah darurat untuk menjaga kelancaran pelayanan selama masa pekerjaan,” tambah Khoiri.
Sambil menunggu pekerjaan dermaga selesai, GAPASDAP mengusulkan empat langkah yang dapat segera dipertimbangkan diantaranya memisahkan kendaraan ringan dan kendaraan berat sejak sebelum memasuki pelabuhan. Kendaraan ringan dapat langsung diarahkan menuju MB I dan MB III agar tidak ikut tertahan dalam antrean kendaraan berat.
“Mengoptimalkan dermaga plengsengan untuk kapal LCM melalui penyatuan dan penguatan area dengan konstruksi cor beton, sehingga jumlah kapal LCM yang dapat dilayani bertambah sebagai pengganti sementara Dermaga Bulusan,” tambah Khoiri.