- tim tvOne
Ponpes Al-Fatimah Bojonegoro Kembangkan Kemandirian Ekonomi lewat Layanan Haji dan Umrah
Bojonegoro, tvOnenews.com — Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mengembangkan sumber pendapatan mandiri melalui sektor layanan ibadah haji dan umrah. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Fatimah yang bekerja sama dengan PT Imawa Travel and Tour.
Pengasuh Ponpes Modern Al-Fatimah Bojonegoro, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., mengatakan pengembangan unit usaha menjadi bagian dari upaya pesantren memperkuat kemandirian ekonomi tanpa bergantung pada pihak tertentu.
“Jenjang pendidikan saat ini lengkap mulai TK hingga ke perguruan tinggi telah tersedia di Al-Fatimah. Kini fokus pada kemandirian ekonomi pesantren kita launching KBIHU Al-Fatimah yang bekerja sama dengan Kaji Her, pengusaha tembakau terkenal asal Madura, pemilik PT. Imawa Travel and Tour,” ungkapnya.
Menurut Tamam, kerja sama tersebut dipilih dengan mempertimbangkan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Bojonegoro yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau.
Ia menilai, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi pesantren. Namun, pengembangan usaha tetap perlu berjalan seiring dengan fungsi utama pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembentukan karakter santri.
Peluncuran KBIHU dilakukan bertepatan dengan peringatan hari lahir ke-20 Ponpes Modern Al-Fatimah. Dalam kegiatan tersebut, pesantren juga menggelar jalan sehat yang diikuti santri dan wali murid.
Sejumlah kegiatan pendukung turut digelar, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan Rumah Sakit Muna Anggita dan BPJS Kesehatan Bojonegoro.
Kegiatan jalan sehat diberangkatkan Anggota DPR RI Eko Wahyudi, didampingi Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni dan Anggota DPD RI Lia Istifhama, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Eko Wahyudi menilai pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.
“Saya ucapkan selamat ulang tahun atau Harlah ke 20 untuk Ponpes Modern Al-Fatimah. Melihat kegiatan hari ini, kita bisa mengetahui misi dan visi yayasan Al-Fatimah mendukung mencerdaskan generasi bangsa dengan bekal agama dan dunia mengikuti kondisi zaman. Patut kita apresiasi,” tandasnya.
Sementara itu, Lia Istifhama mengatakan perkembangan pesantren tidak hanya dapat dilihat dari kelengkapan jenjang pendidikan, tetapi juga dari suasana belajar dan pembentukan karakter santri.
”Saya merasa senang bisa hadir dalam Harlah ke-20. Dan Ponpes ini sangat kuat karena para santrinya bahagia banget lihat wajah mereka. Dengan banyak kegiatan ini kita doakan semoga Al-Fatimah selalu berkah, sukses dan senantiasa memberikan pengabdian luar biasa bagi bangsa Indonesia dalam pendidikan dan moral agama,” pungkasnya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Partai Demokrat, Sri Wahyuni, mengajak para santri untuk percaya diri menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, santri memiliki bekal ilmu, karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan masa depan.
”Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Al-Fatimah telah berinvestasi panjang untuk menyiapkan generasi emas 2045. Harapannya Al-Fatimah semakin maju, semakin terbuka, dengan perkembangan zaman namun tetap kokoh memberi pondasi nilai-nilai pesantren pada santri,” tutupnya.
Pengembangan KBIHU menjadi salah satu langkah Ponpes Modern Al-Fatimah dalam memperluas kemandirian ekonomi. Keberlanjutan program tersebut akan bergantung pada kemampuan pengelola menjaga kualitas layanan, transparansi kerja sama, serta tetap menempatkan pendidikan pesantren sebagai prioritas. (gol)