news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Status anak buah kapal (ABK) di medsos sebelum KM Virgo Transport 8 tenggelam.
Sumber :
  • Rohmadi

Anak Buah Kapal Asal Jombang, Sempat Tulis Status di Medsos Sebelum KM Virgo Transport 8 Tenggelam

Sebuah status WhatsApp yang dibuat Gondham Prakoso (32), Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, sebelum berangkat berlayar kini menjadi perhatian keluarga.
Rabu, 16 September 2026 - 20:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com – Sebuah status WhatsApp yang dibuat Gondham Prakoso (32), Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, sebelum berangkat berlayar kini menjadi perhatian keluarganya.

Gondham, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, merupakan salah satu ABK yang hingga kini belum ditemukan setelah KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9).

Dalam status WhatsApp tersebut, Gondham menuliskan kalimat dalam bahasa Jawa yang kurang lebih bermakna mempertanyakan keberanian menghadapi badai.

"’Lawan Badainya’ Lawanen dewe, wong pilot ngerti mendung ae milih rasido budal. Kok kowe SANGAR men. (Re: ‘lawan saja sendiri, seorang pilot tahu cuaca buruk memilih tidak berangkat, kok kamu hebat sekali)," tulis status Gondham yang sempat ditangkap layar oleh keluarga.

Bagi keluarga, status tersebut kini menjadi salah satu kenangan yang terus melekat setelah kabar musibah kapal datang.

Di rumah Gondham di Desa Bulurejo, keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaannya. Mereka berharap pria yang bekerja sebagai Second Officer itu segera ditemukan dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

Ibunda Gondham, Eni Setia Rahayu (58), tak kuasa menahan kesedihan ketika mengetahui kapal yang ditumpangi anaknya mengalami musibah.

Gondham diketahui merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sejak kabar kecelakaan diterima keluarga, penantian untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya terus berlangsung.

Sebelum kapal mengalami musibah, istri Gondham disebut sempat menerima pesan WhatsApp dari suaminya ketika kondisi kapal mulai kritis. Namun, informasi tersebut tidak langsung disampaikan kepada keluarga karena dikhawatirkan membuat mereka panik.

Setelah mengetahui kabar kecelakaan, keluarga langsung berupaya mencari informasi mengenai Gondham. Mereka menghubungi Basarnas, perusahaan tempat Gondham bekerja, hingga mendatangi kantor perusahaan di Surabaya.

"Setelah mendapat kabar itu, keluarga langsung cek ke kantor kapal di Surabaya. Tapi belum ada kabar," kata Eni kepada awak media, Rabu (16/9).

Namun, hingga kini upaya tersebut belum membuahkan kabar yang dinantikan. Harapan keluarga semakin besar karena Gondham baru sekitar sepekan sebelumnya pulang ke rumah.

"Kami berharap anak kami pulang dengan selamat. Anaknya juga sudah mencari bapaknya terus," ungkapnya.

Saat itu, ia menyempatkan diri bertemu dengan ibu dan anaknya sebelum kembali menjalankan tugas di kapal. Gondham diketahui baru sekitar dua bulan bekerja di KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman bekerja di kapal selama sekitar lima hingga enam tahun.

Di tengah perjalanan karirnya sebagai pelaut, Gondham juga telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang pelayaran.

Ia berencana kembali bersekolah untuk mengejar jenjang karir sebagai nakhoda. Rencananya, pendidikan tersebut mulai dijalani pada 21 September 2026.

Namun, sebelum rencana tersebut terwujud, kabar musibah kapal lebih dahulu datang. Di tengah penantian tersebut, keluarga masih mengingat pesan Gondham kepada putranya.

Ia pernah berpesan agar anaknya tumbuh menjadi anak yang pintar dan kelak menjaga ibunya. Kini, sang anak mulai merasakan kehilangan sosok ayah yang biasanya hadir di sisinya.

Keluarga pun berharap operasi pencarian yang masih berlangsung segera menemukan Gondham dan membawanya kembali ke tengah keluarga.

“Harapan kami Gondham segera ditemukan dan bisa kembali pulang dalam keadaan selamat,” kata Eni.

KM Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis penumpang dan kargo Ro-Ro (roll-on/roll-off) yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin.

Kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9). Pasca kapal terbalik dan tenggelam, operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan untuk menemukan penumpang serta awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Bagi keluarga Gondham, operasi pencarian tersebut menjadi tumpuan harapan untuk membawa pulang anggota keluarga yang hingga kini masih dinantikan kepulangannya. (roi/far)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:48
05:04
03:30
01:13
06:11
27:02

Viral