Petugas BKSDA Sampit memasang alat perangkap beruang di kebun milik warga di sekitar Jalan Lingkar Utara, Sampit..
Sumber :
  • tim tvOne - Didi Syachwani

BKSDA Sampit Pasang Alat Perangkap di Lokasi Penampakan Beruang Madu

Selasa, 11 Januari 2022 - 09:08 WIB

Kotawaringin Timur, Kalteng - Guna menghindari terjadinya konflik dengan manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pos jaga Sampit berupaya menangkap hewan Beruang Madu yang terlihat berkeliaran disekitar permukiman dan kebun warga di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Hasil observasi kami di sana, sudah dipastikan ada hewan itu berkeliaran. Tapi untuk jumlahnya kami belum jelas ada berapa, kemungkinan lebih dari satu ekor," ungkap Komandan BKSDA pos jaga Sampit, Muriansyah, Selasa (11/01/2022).

Untuk bisa menangkap hewan yang populasinya sudah sangat sedikit itu, pihak BKSDA telah memasang sebuah alat perangkap beruang di tempat yang biasa dilalui hewan tersebut.

Alat perangkap ini bentuknya tabung silinder dan terbuat dari besi. Apabila ada beruang memasuki dalam tabung dan mengambil buah yang sengaja diletakan di dalamnya, maka pintu otomatis tertutup.

Untuk memgelabui, di bagian luar perangkap ditutupi dengan dedaunan dan ranting.

Menurut Muriansyah, kemunculan hewan dilindungi ini sudah dipastikan akibat habitatnya sudah nyaris tidak ada lagi. Untuk bertahan hidup, beruang ini akhirnya berpindah kesekitar pemukiman warga dan mencari makan di sana.

Beruang ini juga sudah berubah perilakunya, dimana hewan ini mulai membiasakan diri memakan makanan manusia, karena sumber makanan alami mereka juga nyaris sudah tidak ada lagi.

"Tapi ingat, meski ada perubahan, prilaku, beruang tetaplah hewan buas dan dapat mengancam keselamatan manusia. Jadi segeralah menghindar atau menjauh bila kita bertemu dengan hewan ini," ujar Muriansyah mengingatkan.

Menurutnya pula, semakin hari semakin banyak adanya laporan warga tentang kemunculan beruang di sekitar pemukiman atau kebun. Ini adalah bukti jika beruang nyaris tidak memiliki lagi habitat alami mereka. (Didi Syachwani/ito)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
01:50
01:16
04:12
04:35
02:43
04:00
Viral