news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

MAN Kotawaringin Timur terpaksa meniadakan PTM pasca 8 guru positif Covid 19.
Sumber :
  • didi syahwani

8 Guru Yang Positif Covid 19, PTM di MAN Kotim Dihentikan Sementara

Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Timur terpaksa meniadakan pembelajaran tatap muka usai 8 guru terkonfirmasi positif covid 19 dan menjalani isolasi mandiri
Kamis, 10 Februari 2022 - 13:05 WIB
Reporter:
Editor :

Kotawaringin Timur, Kalteng - Sebanyak 8 (delapan) orang guru Madrasah Aliah Negeri (MAN) Kotawaringin Timur (Kotim) positif Covid-19, akibatnya pembelajaran tatap muka (PTM) terpaksa kembali ditiadakan, dan diganti pembelajaran dengan sistem online atau daring.

 

"Ada 8 orang guru kami yang positif Covid-19, sehingga PTM kami tiadakan, dan pembelajaran kembali dilakukan secara online," ujar Kepala Sekolah MAN Kotim, Muhammad Rusidi, Kamis (10/2).

 

Pemberhentian sementara PTM di sekolah ini diberlakukan sejak Rabu, 9 Februari 2022 hingga 20 Februari 2022, hari kedepan. Hal ini merujuk dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dalam panduan belajar di tengah pandemi.

 

Diketahuinya guru yang positif Covid-19 tersebut bermula ketika salah seorang guru perempuan yang positif Covid-19, hasil dari tracking dan tracing, karena sang suami yang merupakan guru di SMAN Bagendang terkonfirmasi ada yang positif virus tersebut.

 

Mengetahui hal itu, pihak sekolah mengambil sikap dengan melakukan swab antigen terhadap semua guru, dan hasilnya 8 orang positif. Sehingga, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya melakukan pembelajaran secara online dan meniadakan PTM sementara waktu.

 

"Pemberhentian PTM ini adalah sebagai langkah agar penularan Covid-19 di lingkungan sekolah tidak semakin meluas. Dan tentunya sebagai upaya untuk melindungi para siswa," kata Rusidi.

 

Sementara itu, 8 orang guru Madrasah MAN Kotim yang positif Covid-19, saat ini melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing, karena gejala yang mereka alami masih ringan.

 

"Saat ini para guru yang positif Covid-19 melaksanakan isolasi mandiri, dan kondisinya hanya gejala ringan," terangnya.

 

Para guru yang terpapar Covid-19, semuanya mengalami gejala seperti batuk dan pilek, tapi kondisi mereka masih dalam keadaan baik. Selama isoman mereka terus dikontrol oleh pihak tenaga kesehatan bersama sejumlah aparat kepolisian.

 

"Alhamdulillah kondisi mereka baik, tidak mengalami sesak nafas dan hanya batuk serta pilek biasa," pungkas Rusidi. 

 

(Didi Syachwani / ASM)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
05:30
01:20
01:17
02:04
01:21

Viral