- Istimewa
Dorong Solusi Sampah Jadi Energi, Ketum HIPMI Kaltim Kunjungan ke Tachibana Waste-to-Energy Jepang
tvOnenews.com - BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Timur melakukan kunjungan studi ke fasilitas Tachibana Waste to Energy di Jepang. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Timur, Andi Adi Wijaya, sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman pengusaha muda terhadap pengelolaan sampah berbasis teknologi dan energi berkelanjutan yang berpotensi diterapkan di Kalimantan Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Andi mempelajari secara langsung sistem pengolahan sampah perkotaan (municipal solid waste) yang diterapkan di Tachibana, mulai dari proses penerimaan sampah, pembakaran terkontrol menggunakan teknologi insinerasi modern tipe stoker, hingga pemanfaatan panas pembakaran untuk menghasilkan energi listrik. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 600 ton sampah per hari, yang dioperasikan melalui dua unit insinerator masing-masing berkapasitas 300 ton per hari, sekaligus mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sebelum residunya dikelola lebih lanjut.
Ketua Umum HIPMI Kalimantan Timur Andi Adi Wijaya menilai bahwa sistem waste to energy yang diterapkan di Tachibana menunjukkan bagaimana persoalan sampah dapat dikelola secara terukur, efisien, dan memberikan nilai tambah. Menurutnya, pendekatan ini relevan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kalimantan Timur yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan pembangunan wilayah strategis.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur melalui SIPSN, timbulan sampah di Kalimantan Timur pada 2024 mencapai sekitar 851 ribu ton per tahun, dengan tingkat pengurangan 16,37 persen dan penanganan 66,06 persen. Di tingkat kota, Balikpapan menghadapi tantangan serius dengan timbulan sampah lebih dari 500 ton per hari dan keterbatasan kapasitas TPA dalam beberapa tahun ke depan.
“Pengelolaan sampah ke depan harus dilihat sebagai bagian dari strategi pembangunan dan ketahanan energi daerah. Apa yang kami pelajari di Tachibana menunjukkan bahwa dengan teknologi yang tepat dan tata kelola yang baik, sampah bisa diubah menjadi sumber energi, peluang investasi, dan solusi lingkungan secara bersamaan. HIPMI Kalimantan Timur siap mendorong keterlibatan pengusaha muda dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar Andi pada keterangannya.