news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Matt Kovac dari ASEAN Food & Beverage Alliance (AFBA)..
Sumber :
  • Istimewa

Sektor Agribisnis Indonesia Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing di Kawasan ASEAN

ASEAN Food & Beverage Alliance (AFBA) bersama Oxford Economics pada Rabu (1/4) meluncurkan laporan bertajuk “Economic Insights :
Rabu, 1 April 2026 - 22:38 WIB
Reporter:
Editor :

Dari sisi riset, James Lambert, Direktur Konsultasi Ekonomi di Oxford Economics, menyoroti besarnya skala dan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional. 

“Skala sektor agribisnis di Indonesia sangat substansial, berfungsi sebagai pilar yang menopang ekonomi secara luas. Ditengah lingkungan perdagangan global yang semakin terfragmentasi, membangun resiliensi melalui penguatan fondasi domestik dan kepastian regulasi sangat krusial, karena ketidakpastian kebijakan dapat menjadi beban nyata bagi investasi dan produktivitas jangka panjang," jelas James Lambert.

James Lambert juga menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur logistik dan stabilitas kebijakan untuk menjaga daya saing Indonesia. Sementara itu, Pham Quang Minh dari Sekretariat ASEAN menegaskan komitmen kawasan dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pangan. 

“ASEAN berfokus pada resiliensi dan keberlanjutan melalui Strategic Plan of Action for Food, Agriculture and Forestry (SPA-FAF). Kami bertujuan untuk menciptakan sektor agribisnis yang inklusif dan tangguh yang memastikan rantai pasok yang stabil, terutama melalui inisiatif seperti kerangka kerja ASEAN Integrated Food Security (AIFS) dan rencana aksi 5 tahunan kami," papar Pham Quang Minh.

Dari perspektif industri, Adhi Lukman, Ketua Umum GAPMMI, menekankan kontribusi signifikan sektor makanan dan minuman terhadap perekonomian nasional sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku usaha. 

“Industri makanan dan minuman memainkan peran kritikal, berkontribusi lebih dari 7% terhadap total PDB Indonesia. Meskipun kami terus berinovasi dan berkolaborasi dengan petani lokal untuk memenuhi permintaan konsumen, kami menghadapi tantangan seperti kenaikan biaya input dan gangguan rantai pasok. Kami membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah untuk menghapus hambatan regulasi dan memfasilitasi impor bahan baku esensial guna mempertahankan daya saing kami serta mengelola inflasi," jelas Adhi Lukman.

Diskusi panel yang melibatkan perwakilan pemerintah, industri dan akademisi turut menggarisbawahi sejumlah prioritas untuk memperkuat daya saing sektor agribisnis, termasuk efisiensi regulasi, investasi infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan integrasi perdagangan regional. Menutup acara, Pichet Itkor, Presiden AFBA, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam jangka panjang. 

“Makanan dan minuman adalah bisnis siklus panjang yang membutuhkan lingkungan regulasi yang stabil, dapat diprediksi dan sederhana. FIA dan mitra kami berkomitmen untuk bekerja bersama pemerintah dalam jangka panjang guna memperkuat kolaborasi dan memajukan integrasi Indonesia ke dalam rantai pasok regional dan global," tutup Pichet Itkor.(chm)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:52
04:13
03:03
04:38
02:19
01:27

Viral