- Istimewa
White Paper Industri Event Disiapkan, Upaya Selamatkan 70 Persen Pekerja Informal
Lebih jauh, Andro menekankan bahwa persoalan ini tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga pada jutaan pekerja informal yang menggantungkan hidup di dalamnya.
“Kemudian, yang ke-2, kenapa ini cukup penting? Kembali ke BPS, bahwa kita ketahui dari survei BPS tahun kemarin, pekerjaan informal itu mendominasi lebih dari 70%. Di mana pekerja informal kebanyakan mereka bergelut di seputaran gig economic atau pekerja-pekerja informal,” ungkapnya.
“Yang di mana pekerja-pekerja kami ini semuanya adalah informal. Ketika kita tidak segera membuat white paper ini, yang kami khawatirkan bagaimana dengan 70% masyarakat yang menggantungkan, mata pencahariannya di pekerja informal semakin tidak terlindungi,” tegas Andro.
White paper yang disusun akan menjadi tahap awal dari rangkaian dokumen kebijakan yang lebih mendalam. Andro menjelaskan, dokumen ini akan berkembang menjadi thematic paper hingga position paper untuk masing-masing pemangku kepentingan.
Dalam prosesnya, Backstagers juga akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari sektor ekonomi kreatif, pariwisata, hingga perencanaan dan fiskal.
“Jadi, terkait stakeholder yang kami petakan di sini, yang pertama itu adalah Kementerian Ekraf, kementerian pariwisata, kemudian kementerian kebudayaan bappenas, dari perencanaan kementerian keuangan untuk kebijakan fiskal BPS dari kebutuhan KBLI, dan kemudian dari kemendagri,” paparnya.
Tak hanya itu, dokumen tersebut juga akan diuji secara akademis untuk memastikan validitas dan kekuatan argumentasinya.
“Yang tidak kalah penting, karena ini adalah white paper dan kita membuatnya dengan kajian yang empiris, kami akan berikan ini kepada akademisi untuk diuji. Dari white paper ini, apakah ada yang harus kita perbaiki atau ada yang harus kita lengkapi lagi,” tutup Andro.(chm)