- Istimewa
Forum CSR Indonesia Dukung Garuda Baru ke Panggung Dunia: Dari Lorong Sempit Menuju Mimpi Global - Street Chilid World Cup Mexico 2026
tvOnenews.com - Dari lorong sempit permukiman padat, rumah susun hasil relokasi hingga pengalaman hidup di kolong tol, sepuluh anak Indonesia kini bersiap menorehkan sejarah. Mereka tergabung dalam tim Garuda Baru, yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Street Child World Cup (SCWC) 2026 di Mexico City pada Mei mendatang.
Terpilih dari lebih dari 170 peserta melalui proses pembinaan intensif selama satu tahun, mereka membawa lebih dari sekadar kemampuan bermain bola mereka membawa harapan, suara dan masa depan. Ini adalah program berkelanjutan dan Tim Indonesia sudah mengikuti ajang ini sejak Piala Dunia 2014 di Brazil.
SCWC bukan hanya turnamen sepak bola internasional. Ajang ini menjadi panggung global bagi anak-anak dari berbagai negara yang hidup dalam kerentanan sosial untuk menyuarakan hak mereka atas pendidikan, perlindungan dan kehidupan yang layak. Tahun ini, isu child protection, akses pendidikan hingga lingkungan aman bagi anak menjadi sorotan utama, sejalan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan.
Tim Garuda Baru diperkuat oleh Samuel Steven Siagian (penjaga gawang), Deno Mazra Rasyid dan Aryo Topan Artha Gading (bertahan), Mohamad Azriel Aliansyah (tengah), serta lini serang yang diisi Rizki Firmansyah, Javasha, Danar Saputra, Dino Siswanto, Raehan Alfarezi, dan Izul Hamid. Dipimpin oleh Topan sebagai kapten dan Samuel sebagai wakil kapten, tim ini menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar.
Topan, yang tumbuh di kawasan Rawa Badak, Jakarta Utara, menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar kompetisi.
“Ini bukan hanya tentang sepak bola. Ini tentang membuktikan bahwa setiap anak, dari latar belakang apa pun, punya hak yang sama untuk bermimpi, didengar, dan diberi kesempatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang media terima pada Rabu (29/4).
Sementara itu, Samuel, yang dibesarkan oleh ibunya ditengah keterbatasan ekonomi di Klender, Jakarta Timur, melihat ajang ini sebagai momentum untuk mengubah nasib.
“Saya ingin membawa nama Indonesia, meraih prestasi dan membuktikan bahwa mimpi itu nyata bagi siapa pun yang berani berjuang,” katanya.
Ketua Umum Forum CSR Indonesia, Mahir Bayasut yang juga Founder Garuda Baru, menegaskan bahwa kehadiran Garuda Baru adalah cerminan nyata dari pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Menurutnya, investasi sosial pada anak-anak bukan hanya soal kepedulian, tetapi juga strategi membangun masa depan bangsa.
“Jangan pernah remehkan mimpi anak-anak dari lorong sempit. Dari sanalah lahir juara dunia dan pemimpin masa depan. Ini bukan sekadar tim sepak bola ini adalah wajah harapan Indonesia,” tegas Mahir.
Forum CSR Indonesia melihat momentum ini sebagai panggilan bagi dunia usaha untuk terlibat lebih aktif dalam isu perlindungan anak dan pembangunan inklusif. Data menunjukkan bahwa anak-anak di kawasan padat perkotaan masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan akses air bersih, sanitasi, ruang bermain aman, hingga risiko kekerasan dan putus sekolah.
Inisiatif seperti Garuda Baru menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas dan olahraga mampu menjadi solusi efektif untuk membangun karakter, kepercayaan diri serta membuka akses peluang yang lebih luas. Melalui semangat “Safe Environment, Safe Childhood”, Garuda Baru membawa pesan kuat bahwa olahraga bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga ruang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Harapannya, partisipasi Indonesia dalam SCWC 2026 tidak hanya menghasilkan prestasi di lapangan, tetapi juga mendorong kesadaran global bahwa setiap anak berhak atas masa depan yang lebih baik. Perjalanan ini baru dimulai.
Dari Jakarta menuju Mexico City, dari keterbatasan menuju kesempatan Garuda Baru terbang lebih tinggi, membawa mimpi Indonesia ke panggung dunia.(chm)