- Istimewa
Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
tvOnenews.com - Kampanye publik bertajuk “Seru-seruan Hari Bumi, Bareng PHINLA di Car Free Day Jakarta” dengan tema “Pilah Sampah dari Rumah” berhasil mengedukasi lebih dari 10.000 masyarakat Jakarta melalui pendekatan interaktif di ruang publik. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari sumber, yaitu dari rumah tangga.
Kampanye publik “Pilah Sampah dari Rumah” yang diadakan oleh program PHINLA (Phillipines, Indonesia, Sri Lanka) berhasil mengedukasi lebih dari 10.000 masyarakat untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Kampanye ini dilakukan di 20 titik sepanjang area Car Free Day (CFD) di kawasan Jakarta Pusat, dengan melibatkan lebih dari 200 edukator dan relawan.
Berbagai aktivitas interaktif dihadirkan, seperti talkshow, parade, dan beragam booth yang menampilkan informasi mengenai pengolahan sampah organik melalui maggot, daur ulang plastik, serta peran Bank Sampah dalam sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Kampanye ini merupakan bagian dari PHINLA, program pengelolaan sampah global yang didukung oleh pemerintah Jerman melalui BMZ yang dijalankan di Indonesia oleh Divers Clean Action (DCA) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan sampah yang terpantau dengan baik dari tingkat masyarakat. Kampanye ini digelar di sepanjang area Car Free Day Jakarta melalui 20 titik aktivasi dengan melibatkan lebih dari 200 edukator dan relawan yang berinteraksi langsung dengan pengunjung lintas usia.
Program PHINLA sebagai penyelenggara adalah program pengelolaan sampah global yang dijalankan oleh Divers Clean Action (DCA) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan dukungan dari pemerintah Jerman melalui BMZ. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan sampah yang terpantau dengan baik dari tingkat masyarakat. Di Indonesia, program PHINLA diselenggarakan dengan berkolaborasi dengan 24 Bank Sampah yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Jakarta masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama karena sampah yang masih tercampur sejak dari rumah. Kondisi ini menyulitkan proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan, serta mengurangi potensi pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada sistem di hilir. Perubahan harus dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga dan kebiasaan sehari-hari masyarakat,” ujar Amrullah Rosadi, Managing Director Divers Clean Action.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kampanye ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari talkshow, parade kampanye Pilah Sampah Dari Rumah, hingga booth interaktif yang mengajak masyarakat belajar memilah sampah, mengenal pengolahan sampah organik melalui maggot, daur ulang plastik, serta peran Bank Sampah dalam sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Parade Kampanye Pilah Sampah Dari Rumah menjadi simbol dimulainya gerakan kolektif untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, pemilahan sampah dari rumah sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 77 Tahun 2020, dan kita sebagai warga semestinya berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak kita sebagai pewaris masa depan,” ungkap Johny Noya, Manajer Program Zonal Sambawa, WVI.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir di kawasan CFD dan mengunjungi booth interaktif.
“Awalnya saya pikir pilah sampah itu ribet dan menyita waktu, tapi setelah dijelasin langsung di booth, ternyata bisa dimulai dari hal sederhana di rumah. Saya semakin yakin kita sebagai masyarakat bisa disiplin memilah sampah dari rumah selama diniatkan dengan baik,” ujar salah satu pengunjung CFD.
Melalui momentum Hari Bumi, Program PHINLA menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari rumah dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di masyarakat.(chm)