news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prabowo bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026)..
Sumber :
  • BPMI Setpres

Begini Pandangan Pengamat Tentang Kunjungan Prabowo ke Perancis

Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis memiliki nilai urgensi tersendiri.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis memiliki nilai urgensi tersendiri. Diantaranya. Presiden sedang memaksimalkan semua opsi untuk melindungi kepentingan nasional dan mempererat kerja sama di berbagai dimensi. 

"Misalnya, terkait IEU CEPA dan (kerja sama) dewan ekonomi antara KADIN dan kamar dagang Prancis. Hal ini berarti Indonesia secara resmi mengingingkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia," ungkapnya pada Sabtu (30/5).

Terkait penguatan kerja sama itu, menurut Subhan, sangat strategis bagi Indonesia. Terlebih Indonesia menjadi salah satu pengguna produk pertahanan Prancis, misalnya pesawat Rafale, kapal selam Scorpene, dan teknologi persenjataan lainnya. Prancis juga menjadi satu-satunya negara nuklir di Uni Eropa. 

"Jika Indonesia-Prancis erat, tentu sangat bagus buat Indonesia. Karena meski bukan negara hagemoni ekonomi, tetapi untuk teknologi militer, Prancis sangat mumpuni," terangnya. 

Subhan sendiri melihat intensnya kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis sebagai upaya mempererat hubungan keduanya dalam gesture yang dua arah. Sinyal itu tampak dari empat kali kunjungan, sebagian merupakan undangan diplomatik dari Prancis. 

Selain itu, ada faktor kepercayaan tinggi (high trust) diplomasi. Juga ada agenda penguatan kapasitas militer guna memenuhi Minimum Essential Force (MEF), termasuk hilirisasi via IEU CEPA. 

"Saya artikan sebagai upaya mempererat hubungan, yang tentunya berlangsung dalam gestur dua arah, dalam arti setara, tidak ada yang subordinatif. Hal ini penting dicatat, karena menjadi berbeda jika banyak kunjungan, tapi tidak dalam posisi yang egaliter setara, baik secara postur diplomatis maupun secara outcome yang dihasilkan," ujarnya. 

Melalui hubungan erat dengan Prancis ini, kata Subhan, Presiden Prabowo terlihat berhasil membangun relasi yang baik dengan pemimpin global dari berbagai blok. Tujuannya tentu saja demi kepentingan nasional Indonesia. 

"Presiden Prabowo sedang mengemban tugas demi kepentingan nasional Indonesia, dengan approach yang sangat kalkulatif, karena berhasil mempresentasikan gestur persahabatan dan perdamaian langsung kepada global leader dari berbagai blok, misalnya BRICS bersama Rusia dan China, dengan AS melalui hubungan bilateral, dan sekarang Uni Eropa Superpower, yakni Prancis," pungkasnya.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral