- Antara
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal
“Kepuasan terbesar seorang kreator kuliner itu bukan saat video kita ditonton jutaan orang, tapi saat pemilik warung menghubungi kita dan bilang kalau dagangannya habis dalam beberapa jam setelah videonya tayang. Di situ saya sadar, konten yang saya buat bermodal HP ini bisa menyambung rezeki orang lain,” imbuhnya.
Digitalisasi UMKM Melalui Kekuatan Visual
Kunci keberhasilan Lambung Turah dalam menggerakkan ekonomi lokal terletak pada cara penyajian konten yang detail, dekat dengan masyarakat, dan memikat secara visual. Deddy selalu memastikan bahwa setiap UMKM yang ia ulas mendapatkan representasi visual terbaik, meskipun diproduksi dengan alat yang sederhana.
“Banyak pelaku UMKM di daerah seperti Pasuruan, Malang, atau daerah lainnya yang kulinernya enak, tapi tidak tahu cara mengambil video yang menggugah selera. Di sinilah peran saya, mengemas menu lokal dengan visual yang vibrant dan menarik agar penonton langsung merasa lapar saat melihat layar ponsel mereka,” jelasnya mengenai strategi konten.
Namun, mengemban peran sebagai penggerak ekonomi daerah tentu mendatangkan tanggung jawab moral yang besar bagi platform sebesar Lambung Turah. Deddy mengaku harus tetap menjaga integritas ulasannya agar ketertarikan audiens tetap terjaga.
“Ketika akun kita sudah jadi rujukan kuliner di beberapa kota besar di Jawa Timur, tanggung jawabnya jadi lebih berat. Saya harus memberikan informasi sedetail dan sebaik mungkin, karena informasi yang salah atau kurang lengkap bisa mengecewakan penonton, sementara ulasan yang baik dan informatif bisa mengubah nasib sebuah warung kecil dalam semalam,” tegas Deddy.
Di akhir perbincangan, Deddy berharap gerakan digital yang ia pelopori di wilayah Pasuruan, Malang, hingga Surabaya ini bisa menginspirasi konten kreator lokal lainnya untuk ikut turun tangan memajukan daerah masing-masing.
“Media sosial adalah alat perjuangan ekonomi baru untuk UMKM. Harapan saya, ke depan semakin banyak kreator di daerah-daerah yang mau melirik warung-warung kecil di sekitar mereka. Kalau kita bergerak bersama, ekonomi kreatif di Jawa Timur ini tidak akan ada matinya,” pungkas Deddy menutup sesi wawancara.
(chm)