news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro..
Sumber :
  • Antara

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:53 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro. Salah satu figur yang secara nyata konsisten menggerakkan roda perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur adalah Lambung Turah.

Melalui fokusnya sebagai konten kreator kuliner, akun yang dinakhodai oleh Deddy Setiyawan ini aktif menjelajahi perbatasan kota dan kabupaten untuk mengangkat potensi kuliner lokal. Wilayah jelajahnya tidak main-main, mencakup klaster strategis mulai dari Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Malang, Kota Batu, Sidoarjo, Surabaya, hingga Mojokerto.

“Sejak awal, saya melihat kuliner Jawa Timur itu punya potensi luar biasa, tapi banyak yang belum terekspos karena keterbatasan pemasaran. Lewat Lambung Turah, saya ingin menjembatani para pemilik warung dan UMKM pinggir jalan agar bisa dilihat oleh jutaan pasang mata di media sosial,” ujar Deddy saat menjelaskan visi besarnya.

Menembus Batas Wilayah demi Kuliner Rakyat

Langkah Lambung Turah menyisir wilayah suburban seperti Pasuruan dan Mojokerto, hingga pusat perkotaan seperti Surabaya dan Sidoarjo, didasari oleh fakta bahwa banyak kuliner yang tersembunyi (hidden gems).

Di wilayah Malang Raya dan Kota Batu, misalnya, sektor kuliner yang beririsan dengan pariwisata membutuhkan dorongan visual yang segar agar mampu menarik minat pelancong dari dalam maupun luar kota.

Deddy mengungkapkan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dalam mengemas konten kulinernya.

“Menyisir kuliner di Surabaya dan Sidoarjo itu beda atmosfernya dengan di Kabupaten Pasuruan atau Mojokerto. Di kota besar persaingannya ketat, sementara di kabupaten tantangannya adalah bagaimana membuat kuliner pelosok terlihat menarik dan layak dikunjungi oleh orang luar daerah,” ungkap pria kelahiran 21 Desember 1989 tersebut.

Dampak dari ulasan digital ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Tidak sedikit warung kecil yang mendadak viral dan mengalami lonjakan omzet berkali-kali lipat setelah masuk dalam radar konten Lambung Turah.

Bagi Deddy, fenomena ini adalah esensi utama dari kerja kreatif yang ia tekuni sejak 2019.

“Kepuasan terbesar seorang kreator kuliner itu bukan saat video kita ditonton jutaan orang, tapi saat pemilik warung menghubungi kita dan bilang kalau dagangannya habis dalam beberapa jam setelah videonya tayang. Di situ saya sadar, konten yang saya buat bermodal HP ini bisa menyambung rezeki orang lain,” imbuhnya.

Digitalisasi UMKM Melalui Kekuatan Visual

Kunci keberhasilan Lambung Turah dalam menggerakkan ekonomi lokal terletak pada cara penyajian konten yang detail, dekat dengan masyarakat, dan memikat secara visual. Deddy selalu memastikan bahwa setiap UMKM yang ia ulas mendapatkan representasi visual terbaik, meskipun diproduksi dengan alat yang sederhana.

“Banyak pelaku UMKM di daerah seperti Pasuruan, Malang, atau daerah lainnya yang kulinernya enak, tapi tidak tahu cara mengambil video yang menggugah selera. Di sinilah peran saya, mengemas menu lokal dengan visual yang vibrant dan menarik agar penonton langsung merasa lapar saat melihat layar ponsel mereka,” jelasnya mengenai strategi konten.

Namun, mengemban peran sebagai penggerak ekonomi daerah tentu mendatangkan tanggung jawab moral yang besar bagi platform sebesar Lambung Turah. Deddy mengaku harus tetap menjaga integritas ulasannya agar ketertarikan audiens tetap terjaga.

“Ketika akun kita sudah jadi rujukan kuliner di beberapa kota besar di Jawa Timur, tanggung jawabnya jadi lebih berat. Saya harus memberikan informasi sedetail dan sebaik mungkin, karena informasi yang salah atau kurang lengkap bisa mengecewakan penonton, sementara ulasan yang baik dan informatif bisa mengubah nasib sebuah warung kecil dalam semalam,” tegas Deddy.

Di akhir perbincangan, Deddy berharap gerakan digital yang ia pelopori di wilayah Pasuruan, Malang, hingga Surabaya ini bisa menginspirasi konten kreator lokal lainnya untuk ikut turun tangan memajukan daerah masing-masing.

“Media sosial adalah alat perjuangan ekonomi baru untuk UMKM. Harapan saya, ke depan semakin banyak kreator di daerah-daerah yang mau melirik warung-warung kecil di sekitar mereka. Kalau kita bergerak bersama, ekonomi kreatif di Jawa Timur ini tidak akan ada matinya,” pungkas Deddy menutup sesi wawancara.
(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
25:05
12:52
01:22
01:12
01:46

Viral