- Istimewa
HIPMI Jakarta Utara Tanam 3.000 Mangrove Lewat The North Green Movement
tvOnenews.com - BPC HIPMI Jakarta Utara melalui The North Green Movement menggelar aksi penanaman mangrove di Hutan Lindung PIK Pos 2, Jakarta Utara, Kamis (20/8). Kegiatan ini diwujudkan melalui penanaman 3.000 bibit mangrove sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir Jakarta Utara.
Mengusung semangat “Bersama Menjaga Pesisir Jakarta, Mewariskan Masa Depan,” kegiatan ini menjadi langkah nyata HIPMI Jakarta Utara dalam mendorong keterlibatan dunia usaha dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat beserta jajaran Forkopimko Jakarta Utara, di antaranya Dandim 0502 Kolonel Inf. Mohammad Syaifudin Fanany, Plh. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Oki Waskito, dan Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksha Subuki, Turut hadir Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Ibu PKK Kota Jakarta Utara, serta perwakilan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kementerian Kehutanan mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya pelestarian dan pemulihan ekosistem pesisir Jakarta Utara. Sebagai perpanjangan tangan dari BPD HIPMI Jaya di bawah kepemimpinan Muhammad Riandy Haroen, BPC HIPMI Jakarta Utara terus mendorong semangat kolaborasi yang inklusif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Menurut Victor Herryanto selaku Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, persoalan pesisir Jakarta tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kota, ekonomi, dan kehidupan generasi yang akan datang.
“Sudah saatnya peran pengusaha naik kelas. Kita tidak cukup hanya menciptakan lapangan kerja dan mengejar pertumbuhan usaha. Kita harus menjadi penggerak perubahan. HIPMI tidak boleh hanya besar di angka, HIPMI harus besar dalam dampak,” tegasnya.
Ketua Pelaksana The North Green Movement, Dania Widi Utami, mengatakan bahwa sebanyak 3.000 bibit mangrove yang berhasil dikumpulkan telah melampaui target awal tahun 2026 sebanyak 1.000 bibit. Jumlah tersebut juga telah mencapai 75 persen dari target 4.000 bibit mangrove hingga 2028.
“3.000 bibit ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong berbagai pihak. Penanaman hari ini bukanlah akhir, tetapi awal dari komitmen untuk memastikan mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bagi BPC HIPMI Jakarta Utara, The North Green Movement dirancang sebagai kegiatan yang berkelanjutan dan dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas antara pengusaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, BPD HIPMI Jaya, serta berbagai Mitra dan Sponsor yang turut berkontribusi dalam mewujudkan kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi ini, BPC HIPMI Jakarta Utara berharap gerakan menjaga lingkungan dapat terus diperluas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena menjaga pesisir bukan hanya tentang apa yang ditanam hari ini, tetapi tentang masa depan seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.(chm)