- Istimewa
Sambangi Korban Gempa di Reok, Iriawan Hibur Anak-anak hingga Dengarkan Keluhan Pengungsi
Di tempat itu, sejumlah perwira Pertamina Patra Niaga tengah menemani anak-anak bermain dan bernyanyi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya trauma healing untuk membantu anak-anak sejenak melepaskan ketakutan dan tekanan setelah mengalami gempa dan harus meninggalkan rumah mereka.
Iriawan kemudian ikut bergabung. Ia bernyanyi, bercanda, dan berinteraksi dengan anak-anak. Sejumlah mainan juga dibagikan kepada mereka.
Suasana yang semula kental dengan nuansa pengungsian pun berubah lebih cair. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan bernyanyi bersama. Bagi Iriawan, perhatian kepada anak-anak menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana karena merekalah kelompok yang paling rentan mengalami trauma.
Kunjungan itu sekaligus menunjukkan sisi lain dari rangkaian perjalanan Iriawan di wilayah bencana Flores. Setelah sebelumnya meninjau fasilitas Pertamina dan memastikan pasokan BBM tetap aman di tengah situasi darurat, kali ini ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama masyarakat terdampak.
Bantuan untuk Warga Reok
Dalam kunjungan tersebut, Iriawan juga menyerahkan bantuan Pertamina Peduli secara simbolis kepada Camat Reok, Ritaudin. Bantuan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di wilayah Kecamatan Reok.
Ritaudin mengapresiasi kepedulian Pertamina, terlebih bantuan tersebut disertai kehadiran langsung jajaran pimpinan perusahaan di tengah masyarakat. Menurut dia, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan karena warga masih menjalani masa tanggap darurat dan sebagian harus bertahan di tempat pengungsian.
Kunjungan ke Reok menjadi bagian dari rangkaian respons Pertamina terhadap bencana gempa bumi yang melanda Flores dan sejumlah wilayah NTT. Melalui Pertamina Peduli, perusahaan menyiapkan posko bantuan, menyalurkan kebutuhan logistik, memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak, sekaligus menjaga ketersediaan energi di wilayah terdampak.
Di tengah rangkaian road show tersebut, Iriawan memilih hadir langsung dari satu titik bencana ke titik lainnya. Kehadirannya membawa pesan bahwa tugas Pertamina dalam situasi bencana tidak berhenti pada memastikan BBM tersedia.
Di tenda pengungsian Reok, pesan itu hadir dalam bentuk yang lebih sederhana: duduk mendengarkan cerita warga, menyerahkan bantuan, lalu bernyanyi bersama anak-anak agar mereka kembali tersenyum.(chm)