news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Makkarawa Daeng Talli (91), sedang menunggu pelanggannya di pusat keramaian Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Sumber :
  • Haswadi

Kisah Haru Makkarawa, Kakek Penjual Balon yang Sering Memberi Gratis untuk Anak-anak

Makkarawa, kakek penjual balon mengaku kerap memberikan balon secara gratis kepada anak-anak yang menangis ingin membeli, sementara orang tuanya tidak memiliki uang. Baginya, melihat anak-anak tersenyum jauh lebih berarti.
Rabu, 8 April 2026 - 14:19 WIB
Reporter:
Editor :

Luwu, tvOnenews.com - Di usianya yang telah menginjak 91 tahun, Makkarawa Daeng Talli masih setia berkeliling menjajakan balon warna-warni. Kakek kelahiran Bonto-Bonto tahun 1931 itu menjalani hidup seorang diri di rumah kontrakan sederhana di Kelurahan Tampumia Radda, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Setiap hari, Makkarawa mengikat balon dagangannya pada sepeda motor butut miliknya. Dengan kendaraan sederhana itu, ia menyusuri jalanan kampung hingga pusat keramaian. Meski sudah lanjut usia, ia tetap tertib berlalu lintas. Helm selalu terpasang rapi di kepalanya, sebagai bentuk kehati-hatian saat bekerja.

Penghasilan yang didapat tidak menentu. Dalam sehari, balon yang terjual kadang hanya dua buah, bahkan tak jarang ia pulang tanpa membawa hasil. Namun kondisi itu tak membuatnya menyerah. Ia tetap berkeliling, berharap ada anak-anak yang tertarik membeli balon yang dibawanya.

Di balik keterbatasannya, tersimpan ketulusan yang mengharukan. Makkarawa mengaku kerap memberikan balon secara gratis kepada anak-anak yang menangis ingin membeli, sementara orang tuanya tidak memiliki uang. Baginya, melihat anak-anak tersenyum jauh lebih berarti daripada keuntungan yang ia dapatkan.

“Saya tidak rugi, karena rezeki itu sudah ditentukan, jangan khawatir,” ujarnya dengan nada tenang.

Ia percaya setiap manusia telah memiliki rezekinya masing-masing. Keyakinan itu yang membuatnya tetap optimis menjalani hari-hari, meski usia terus bertambah dan tenaga semakin berkurang. Tinggal seorang diri di kontrakan sederhana, Makkarawa tetap memilih bekerja dan berbagi dengan caranya sendiri.

Balon-balon yang ia bawa bukan sekadar dagangan, tetapi juga simbol kebahagiaan yang ia tebarkan di sepanjang jalan. Dari sepeda motor tuanya, kakek itu mengajarkan tentang ketulusan, kesederhanaan, dan keyakinan bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar.(has/frd).

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
00:59
01:04
16:34
07:12
02:21

Viral