- Antara
QRIS Terus Bertumbuh di Sulteng
tvOnenews.com - Jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bertumbuh. Hingga kini ada sebanyak 340,29 ribu merchant atau tumbuh 36,69 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Mei 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna di Palu, Kamis, mengatakan Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan jumlah merchant QRIS terbanyak ketiga di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
“Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan jumlah merchant QRIS terbanyak ketiga di kawasan Sulampua setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara,” katanya.
Ia menjelaskan mayoritas merchant QRIS di Sulawesi Tengah berasal dari sektor usaha mikro yang mencapai 79 persen dari total merchant yang terdaftar.
Adapun jumlah transaksi QRIS di Sulawesi Tengah hingga Mei 2026 sebanyak 41 juta transaksi atau tumbuh 348 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tengah hingga Mei 2026 mencapai 400 ribu pengguna atau juga tumbuh 16 persen secara tahunan.
Selain itu, ia juga menjelaskan perkembangan sistem pembayaran non tunai di Sulawesi Tengah melalui penggunaan kartu ATM/debit dan kartu kredit.
BI mencatat jumlah kartu ATM/debit di Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 3,17 juta kartu atau tumbuh 5,56 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 15,48 persen (yoy).
Menurut Irfan, volume transaksi menggunakan kartu ATM/debit pada triwulan I 2026 mencapai 13 juta transaksi dengan mayoritas penggunaan masih didominasi transaksi tunai.
Sementara itu, jumlah kartu kredit di Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026 tercatat sebanyak 49.884 kartu atau tumbuh 3,63 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,80 persen (yoy).
Ia mengatakan jumlah kartu kredit yang lebih rendah dibandingkan kartu ATM/debit turut tercermin pada volume transaksi yang juga lebih kecil.
BI mencatat volume transaksi kartu kredit pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 140 ribu transaksi yang didominasi transaksi belanja sebanyak 138 ribu transaksi.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Palu mencatat volume transaksi kartu ATM/debit dan kartu kredit tertinggi di Sulawesi Tengah pada triwulan I 2026.
Untuk transaksi kartu ATM/debit, Kota Palu diikuti Kabupaten Donggala, Morowali, Banggai, dan Parigi Moutong. Sementara untuk transaksi kartu kredit, setelah Kota Palu disusul Kabupaten Banggai, Donggala, Morowali, dan Tolitoli.
Ia menambahkan Bank Indonesia akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran sekaligus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).(chm)