news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XV/Pattimura terus menjalankan Program Unggulan TNI AD untuk Rakyat di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara sepanjang tahun 2026..
Sumber :
  • Istimewa

Program Unggulan TNI AD Untuk Rakyat, Wujud Nyata Pengabdian di Wilayah Kodam XV/Pattimura

TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XV/Pattimura terus menjalankan Program Unggulan TNI AD untuk Rakyat di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara sepanjang tahun 2026.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XV/Pattimura terus menjalankan Program Unggulan TNI AD untuk Rakyat di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara sepanjang tahun 2026.

Kegiatan tersebut merupakan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang dilaksanakan berdasarkan gagasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan rakyat hingga ke wilayah-wilayah terpencil, kepulauan, dan terluar.

"Program Jembatan Garuda Merah Putih dan Program Sumur Bor merupakan program unggulan dari Bapak Kasad untuk mendukung gagasan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bagi TNI Angkatan Darat, jarak bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada NKRI dan rakyat. TNI AD dengan rakyat bagaikan ikan dan air; di mana pun berada kita saling membantu, bahu-membahu, dan saling memerlukan," tegas Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P,,M.Han, saat meninjau langsung salah satu lokasi pembangunan.

Kegiatan ini dilakukan untuk membantu meningkatkan akses, mobilitas, dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses sarana prasarana terbatas.

Dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur, jajaran Kodam XV/Pattimura telah menangani 55 titik Jembatan Garuda Merah Putih yang tersebar di 13 satuan kewilayahan, mulai dari Ternate, Masohi, Tual, Tidore, Namlea, Saumlaki, Tobelo, Labuha, Sula, Moa, Weda, Seram Bagian Barat, hingga Morotai. Pengerjaan jembatan-jembatan tersebut bergotong royong melibatkan Forkopimda, pemerintah daerah, kepolisian, hingga tokoh masyarakat setempat.

Mayjen TNI Dody Triwinarto menyampaikan bahwa seluruh jembatan tersebut kini telah rampung dikerjakan dengan durasi bervariasi, mulai dari kurang dari satu bulan hingga maksimal satu setengah bulan. Pangdam menekankan bahwa keberadaan infrastruktur ini membawa dampak signifikan, seperti memangkas waktu tempuh distribusi hasil pertanian warga dari yang semula lima jam menjadi hanya satu jam, sekaligus mempermudah akses transportasi para siswa antardusun.

“Saya lihat sangat membantu sekali untuk transportasi perdagangan atau jualan buah-buah mereka yang ada di desa-desa itu yang seharusnya bisa 5 jam ini bisa jadi 1 jam. Ini luar biasa nilai manfaatnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendidikan masyarakat Indonesia diharapkan dengan ada ini semuanya bisa terjaga, semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Pangdam. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral