- ist
Vale Indonesia Dorong Pertumbuhan UMKM Melalui Rumah Oleh-Oleh Telaloa
Luwu Timur, tvOnenews.com – Ada kegelisahan yang kerap menyertai langkah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat hendak membuat sebuah produk. Setelah mencurahkan waktu dan tenaga untuk menghasilkan sesuatu, lalu kemudian muncul pertanyaan: ke mana produk ini akan dijual dan siapa yang akan membelinya? Kegelisahan tersebut mencerminkan sebuah tantangan nyata yang membutuhkan solusi. Sebab, bagi pelaku UMKM, kesempatan untuk terus berkarya tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada peluang untuk memasarkannya dan menjaga keberlangsungan usaha.
Namun kini pelaku UMKM utamanya di Desa Magani, Kecamatan Nuha, tidak perlu lagi khawatir, karena PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indonesia) memberikan pendampingan hingga mendorong peningkatan peluang pemasaran bagi pelaku UMKM.
Telaloa yang berarti “mari singgah” adalah salah satu wadah bagi UMKM yang merupakan bantuan pendampingan dan pemasaran dari Vale Indonesia melalui peresmian Rumah Oleh-Oleh. Peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa dilakukan pada hari Senin, 5 Oktober 2026 yang lalu, di Desa Magani. Tepatnya di Kompleks Koperasi Karyawan Vale Indonesia di Desa Magani, Soroako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.
Para pelaku UMKM ini tak perlu lagi khawatir produk hasil kerajinan mereka hanya menumpuk dalam waktu lama, bahkan sampai berdebu akibat kurang laku terjual. Produk UMKM mereka kini memiliki ruang untuk pemasaran yang lebih luas, sehingga dapat menumbuhkan prospek bisnis yang lebih pesat. Dengan adanya kanal pemasaran yang lebih dekat dengan masyarakat, pelaku UMKM diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperkenalkan dan mengembangkan produknya. Hasil kerajinan dan produk mereka kini bisa terpajang di etalase, bahkan bisa dicoba langsung oleh calon pembeli di Rumah Oleh-Oleh Telaloa.
Jerih payah dari tangan-tangan terampil yang terus berjuang agar dapur tetap mengepul, kini akan mendapat ruang untuk memasarkan produk mereka.
Beroperasi dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA setiap Senin sampai Sabtu, Rumah Oleh-Oleh Telaloa hadir sebagai salah satu tempat yang diharapkan dapat memperluas pemasaranproduk UMKM dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Melalui peran tersebut, Rumah Oleh-Oleh Telaloa diharapkan turut mendukung terbentuknya ekosistem usaha yang mempertemukan pelaku UMKM, koperasi, masyarakat, dan pasar,sehingga hubungan di antara berbagai unsur tersebut dapat semakin erat.
Rumah Oleh-Oleh Telaloa memperkenalkan dan memasarkan beragam produk khas Bumi Batara Guru, meliputi olahan pangan lokal seperti makanan ringan, camilan, serta produk kuliner khas daerah. Serta produk seni dan kerajinan lokal hasil karya pengrajin setempat. Salah satu produk unggulan olahan ditempat ini adalah terasi udang, dan keripik pisang lokal.
Pendampingan Vale Indonesia kepada pelaku UMKM dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, hingga penyediaan fasilitas.
Saat ini, tercatat sebanyak 127 UMKM telah menjadi UMKM binaan Vale Indonesia, terdapat 49 UMKM potensial yang kini sedang dibidik untuk menjadi bagian dari UMKM binaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus mengungkap kebutuhan ekosistem pendukung akses pasar adalah kunci perkembangan usaha yang berkelanjutan.
“Pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kapasitas pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar. Tanpa dukungan tersebut, produk lokal berpotensi memiliki keterbatasan dalam menjangkau konsumen dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Yusri.
Melalui pembinaan UMKM oleh Vale Indonesia, para pelaku usaha bisa memenuhi kebutuhan pasar sehingga peluang peningkatan usaha lebih terbuka lebar.
"Karena itu, Vale Indonesia mendorong pembinaan UMKM yang berjalan beriringan dengan pembukaan akses pasar. Pendekatan ini diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga masuk dan memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki peluang untuk meningkatkan usahanya. Banyak kendala yang masih dihadapi teman-teman UMKM. Karena itu, kami berharap pendampingan dan pembukaan akses pasar melalui Pusat Oleh-oleh Telaloa ini dapat membantu mereka mengembangkan usahanya," jelas Yusri.
Camat Nuha Arief Fadillah Amier mengatakan pengembangan UMKM yang lebih luas membutuhkan komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Perlu kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kita bisa memberikan solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini. Ini merupakan bentuk upaya yang baik untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM,” katanya.
Menurut Nuha, pemerintah senantiasa berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat positif bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
"Pemerintah akan terus mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat. Kami akan selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan Vale Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat. Semoga pusat oleh-oleh ini bisa terus berkembang, mendukung kemajuan ekonomi lokal,” harapnya.
Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan perluasan pasar bagi produk lokal,tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah. Dalam konteks tersebut, keberadaan pusat oleh-oleh diharapkan mampu menjadi wadahpemasaran bagi pelaku UMKM, mendorong penguatan sektor perdagangan, serta meningkatkan peran UMKM dalam menopang perekonomian Kabupaten Luwu Timur.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) prekonomian Kabupaten Luwu Timur secara umum tumbuh sebesar 5,36% (y-on-y) pada Triwulan III-2025 dan 3,7% di sepanjang tahun 2025 secara keseluruhan, dengan dukungan dari sektor perdagangan, pertanian, serta industri pengolahan yang menaungi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen Vale Indonesia dalam mengembangkan UMKM lokal diwujudkan melalui berbagai upaya, mulai dari pendampingan dan peningkatan kapasitas hingga dukungan terhadap pemenuhan legalitas usaha dan perluasan akses pasar. Upaya ini diarahkan untuk membangun usaha yang lebih kokoh serta menciptakan peluang pertumbuhan jangka panjang bagi pelaku UMKM. Sebagai bagian dari implementasinya, Rumah Oleh-Oleh Telaloa hadir untuk memperluas jangkauan produk UMKM agar semakin dekat dengan pasar dan masyarakat.
Keberadaan Vale Indonesia turut mendukung hadirnya ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk lokal, memperluas pasar, dan membuka lebih banyak peluang untuk tumbuh. Karena di setiap produk lokal ada karya, semangat, dan mimpi yang sedang diperjuangkan. (asm)