news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokumentasi..
Sumber :
  • Andri Syahputra

Erection Girder 40 Meter Dimulai, Tol Padang–Sicincin Terapkan Buka-Tutup 6 Jam di Lubuk Alung

Tahapan ini memerlukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi proyek. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor pelaksana akan menerapkan sistem buka-tutup jalur di kawasan Exit Tol Lubuk Alung, tepatnya di STA 19+000, Korong Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Senin, 23 Februari 2026 - 14:48 WIB
Reporter:
Editor :

Padang Pariaman, tvOnenews.com – Pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memasuki tahap krusial. Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut kini memasuki proses pemasangan balok jembatan raksasa atau erection girder.

Tahapan ini memerlukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi proyek. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor pelaksana akan menerapkan sistem buka-tutup jalur di kawasan Exit Tol Lubuk Alung, tepatnya di STA 19+000, Korong Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Dua Tahap Pemasangan

Supervisor HSSE PT HKI, Agung Hermanto, menjelaskan bahwa gelagar jembatan yang dipasang memiliki bentang sepanjang 40 meter. Pekerjaan tersebut dijadwalkan dalam dua tahap, yakni:

1. Tahap pertama: Senin–Selasa (23–24/2/2026)

2. Tahap kedua: Rabu–Kamis (4–5/3/2026)

Menurut Agung, proses ini membutuhkan ketelitian tinggi karena dimensi material yang sangat besar.

“Girder atau gelagar ini merupakan komponen yang sangat penting. Fungsinya menyalurkan beban dari struktur atas ke struktur bawah jembatan tol. Dengan panjang mencapai 40 meter, proses pengangkatan dan pemasangannya membutuhkan ketelitian serta ruang gerak ekstra,” jelas Agung.

Ia menambahkan, pengerjaan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut keselamatan pekerja dan pengguna jalan di sekitar lokasi proyek.

“Kami memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai prosedur teknis. Faktor keamanan menjadi prioritas utama dalam pekerjaan ini,” tegasnya.

Standar K3 Diperketat

Agung menegaskan, PT HKI menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat tinggi selama proses erection girder. Penggunaan alat berat seperti crane serta dimensi girder yang besar memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

Sebagai langkah mitigasi, seluruh personel diwajibkan mengikuti Toolbox Meeting (TBM) setiap hari sebelum pekerjaan dimulai.

“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. TBM wajib dilakukan setiap pagi untuk memastikan seluruh tim memahami Standard Operating Procedure (SOP) dan prosedur keselamatan kerja secara menyeluruh,” tambah Agung.

Buka-Tutup Jalur 6 Jam

Selama proses pengangkatan balok jembatan, penutupan jalur secara total akan diberlakukan demi keamanan. Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup diperkirakan berlangsung selama enam jam, mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB pada tanggal yang telah ditetapkan.

Pemilihan waktu tersebut disesuaikan untuk meminimalkan kepadatan kendaraan pada jam sibuk (rush hour).

Pihak pelaksana proyek mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi kawasan Korong Koto Buruak dan Exit Tol Lubuk Alung untuk:

1. Menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak melintasi lokasi saat penutupan berlangsung.

2. Menggunakan jalur alternatif guna menghindari antrean kendaraan.

3. Mematuhi rambu proyek dan arahan petugas di lapangan.

Diharapkan Urai Kemacetan

Penyelesaian Tol Padang–Sicincin sangat dinantikan masyarakat Sumatera Barat. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurai kemacetan parah di jalan nasional Padang–Bukittinggi serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan logistik daerah.

Dengan masuknya tahap pemasangan girder ini, proyek tol tersebut menandai progres signifikan menuju penyelesaian konstruksi. (asa/nof)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral