- Pebri
1.600 Warga Binaan Lapas Kelas I Palembang Ikuti Pesantren Ramadan, Lapas Overkapasitas Tetap Kondusif
Palembang, tvOnenews.com – Sebanyak 1.600 warga binaan di Lapas Kelas I Palembang mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan peningkatan keimanan selama bulan suci Ramadan 2026.
Kegiatan dipusatkan di Masjid At-Taubah yang berada di dalam lingkungan lapas. Sejak pagi hingga malam hari, warga binaan mengikuti rangkaian ibadah mulai dari tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, ceramah keagamaan, hingga salat Tarawih.
Kepala Lapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih, mengatakan program tersebut merupakan agenda rutin pembinaan rohani bagi warga binaan Muslim.
“Saat ini Lapas Kelas I Palembang dihuni 1.645 warga binaan, sementara kapasitas idealnya hanya 815 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.600 orang beragama Islam dan mengikuti kegiatan Ramadan,” ujar Pithra, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan olahraga pagi bersama, kemudian dilanjutkan tadarus Al-Qur’an yang dibagi dalam 10 kelompok dengan pendampingan pembimbing rohani.
“Setiap pagi setelah olahraga bersama, warga binaan mengikuti tadarus dalam 10 kelompok. Setelah itu dilanjutkan salat Dzuhur dan Ashar berjamaah. Malam hari kami laksanakan salat Magrib, Isya, Tarawih, serta ceramah keagamaan,” jelasnya.
Kesehatan Tetap Jadi Prioritas
Meski jumlah penghuni melebihi kapasitas, pihak lapas memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama Ramadan. Pemeriksaan rutin dilakukan melalui Klinik Pratama lapas, baik di dalam klinik maupun melalui kunjungan tenaga medis ke kamar hunian.
“Kami pastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau selama berpuasa. Pemeriksaan dilakukan rutin, baik di klinik maupun dengan kunjungan langsung ke blok hunian,” tegas Pithra.
Ia menambahkan, Klinik Pratama Lapas Kelas I Palembang telah meraih penghargaan sebagai fasilitas kesehatan terbaik di Sumatera Selatan dan bekerja sama dengan BPJS.
“Layanan kesehatan tidak hanya diberikan kepada warga binaan, tetapi juga masyarakat sekitar,” tambahnya.
Produktif di Tengah Ramadan
Selain pembinaan rohani, kegiatan kemandirian dan ketahanan pangan tetap berjalan. Warga binaan mengelola budidaya melon, ikan, sayuran, hingga peternakan ayam petelur.
Budidaya melon jenis Inthanon menghasilkan panen perdana sekitar 120 kilogram atau 80 buah dalam satu masa tanam. Lapas juga membudidayakan ikan lele, nila, dan patin, serta memelihara 300 ekor ayam petelur yang mampu menghasilkan sekitar 100 butir telur per hari. Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas.
Selama Ramadan, layanan kemandirian lain seperti pangkas rambut dan laundry tetap beroperasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
“Kami ingin Ramadan menjadi momentum perbaikan diri bagi warga binaan, tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan produktivitas. Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan lancar,” pungkas Pithra. (peb/nof)