news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokumentasi.
Sumber :
  • M Arifin

Diancam Dibunuh Oknum ASN yang Diduga Adik Sekda Rohil, Muhajirin Lapor ke Polda Riau

Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan sikap kritis Muhajirin yang meminta Bupati Rokan Hilir mencopot jabatan Sekda Rohil. Desakan itu muncul setelah beredarnya video asusila yang diduga mirip dengan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil.
Rabu, 25 Februari 2026 - 06:16 WIB
Reporter:
Editor :

Pekanbaru, tvOnenews.com — Kasus dugaan pengancaman pembunuhan terhadap Muhajirin Siringoringo mengungkap fakta baru. Terlapor berinisial Oktavian, yang disebut sebagai oknum ASN Satpol PP Rokan Hilir (Rohil), diduga merupakan adik kandung Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Fauzi Efrizal.

Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan sikap kritis Muhajirin yang meminta Bupati Rokan Hilir mencopot jabatan Sekda Rohil. Desakan itu muncul setelah beredarnya video asusila yang diduga mirip dengan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil.

Merasa keselamatannya terancam, Muhajirin bersama tim kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Munawir Mattareng & Rekan resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Kuasa hukum Muhajirin, Munawir Mattareng, menyebut ancaman yang diterima kliennya bersifat serius dan spesifik, yakni ancaman pembunuhan.

“Klien kami, Muhajirin Siringoringo, secara terang-terangan diancam akan dibunuh oleh Saudara Oktavian. Kami menduga intimidasi ini berkaitan erat dengan desakan klien kami agar Bupati Rohil menindak tegas dugaan pelanggaran etik video asusila yang menyeret nama Sekda Rohil, yang merupakan abang kandung dari terlapor,” ujar Munawir di Mapolda Riau.

Ia menegaskan, kondisi Muhajirin saat ini mengalami trauma dan ketakutan.

“Kami meminta Aparat Penegak Hukum di Polda Riau segera memproses laporan ini tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, meskipun memiliki hubungan keluarga dengan pejabat tinggi di daerah, hukum harus tetap ditegakkan. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Muhajirin juga menyoroti perbedaan respons penanganan dugaan pelanggaran etik pejabat di Rokan Hilir dibandingkan daerah lain.

“Saya hanya menyuarakan kebenaran dan etika birokrasi. Saya membandingkan dengan kasus di Batam, di mana oknum pejabat yang tersandung kasus serupa langsung dibebastugaskan demi menjaga marwah institusi. Seharusnya di Rokan Hilir juga berlaku standar yang sama. Kenapa justru saya yang mengkritik malah diancam akan dibunuh oleh adik kandung pejabat tersebut?” ujarnya.

Pihak kuasa hukum berharap Polda Riau dapat memberikan perlindungan kepada Muhajirin serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional demi menjamin rasa keadilan di Bumi Lancang Kuning.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral