- Antara
Karhutla Terjadi di Habitat Harimau Sumatra
tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Riau dan Kepulauan Riau, termasuk daerah yang menjadi habitat Harimau Sumatra (Panthera tigris sondaica).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, menjelaskan telah mengerahkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman karhutla di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, bahkan sempat berhadap dengan seekor Harimau Sumatera saat melakukan pemadaman.
"Tantangan saat ini sebagian besar kawan-kawan melaksanakan ibadah puasa, sehingga perlu menjaga kondisi tetap fit dan aman dalam bekerja. Kendala yang ada selain kondisi cuaca sangat panas, juga faktor keamanan. Tadi malam di sekitar lokasi pemadaman di Pulau Muda, Pelalawan, ditemukan satu Harimau Sumatera, kondisi ini tentunya menjadi kewaspadaan dari semua anggota untuk menjaga keselamatan selama bekerja, SOP keselamatan kerja harus dikerjakan dengan disiplin," kata Ferdian.
Demi keselamatan satwa dan juga petugas, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menangani Harimau Sumatera tersebut.
Sampai dengan Selasa (10/3), Manggala Agni bersama para pihak berjibaku mengendalikan si jago merah agar tidak meluas. Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu di beberapa titik yaitu di Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Batam.
Saat ini di wilayah Kabupaten Kampar, karhutla terjadi di wilayah Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. Sementara di wilayah Kabupaten Bengkalis, api kembali muncul di wilayah Desa Sukarjo Mesim dan Desa Teluk Lecah Kecamatan Rupat, serta Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana.
Selain itu di Kabupaten Indragiri Hilir, titik kebakaran berada di Desa Tanjung Pidada (Kecamatan Tempuling). Kobaran api juga menyerang Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti) di Kabupaten Pelalawan. Sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau, karhutla terjadi di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam.
Sampai saat ini luas karhutla Riau berdasarkan analisa citra satelit oleh Kemenhut, pada periode Januari-Februari 2026 adalah 4.400 hektare dan 94 persen berada di lahan gambut. Dua kabupaten dengan kahutla terluas yaitu Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis di Riau.
Sedangkan di Kepri luas karhutla tercatat seluas 1.162,52 hektare.
"Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis saat ini menjadi fokus kita untuk pemadaman dan pencegahan. Seluruh tim di lapangan terus bekerja secara intensif untuk mengendalikan situasi serta mencegah potensi perluasan karhutla," kata Ferdian Krisnanto.(chm)