news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokumentasi..
Sumber :
  • Istimewa

Menjaga Rasa Kampung Halaman di Tanah Rantau, Kisah Hangat Warga Bayur di Medan

Suasana hangat itu terasa dalam kegiatan silaturahmi warga Bayur yang digelar di Kota Medan, Sabtu (12/4/2026). Tawa, sapaan akrab, dan nuansa kekeluargaan menyatu, menjadi pengobat rindu sekaligus pengikat hubungan yang tak lekang oleh waktu.
Senin, 13 April 2026 - 10:48 WIB
Reporter:
Editor :

Medan, tvOnenews.com — Jarak yang memisahkan tak selalu mampu menghapus rasa memiliki. Bagi perantau asal Nagari Bayur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kampung halaman tetap hidup—dalam ingatan, dalam nilai, dan dalam kebersamaan yang terus dirawat di tanah rantau.

Suasana hangat itu terasa dalam kegiatan silaturahmi warga Bayur yang digelar di Kota Medan, Sabtu (12/4/2026). Tawa, sapaan akrab, dan nuansa kekeluargaan menyatu, menjadi pengobat rindu sekaligus pengikat hubungan yang tak lekang oleh waktu.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia menjadi ruang untuk kembali menguatkan identitas, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah kehidupan modern.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Kabupaten Agam, Muhammad Iqbal, serta Ketua Ikatan Keluarga Besar Bayur Kota Medan, Ahmad Arif, bersama ninik mamak dan warga perantau lainnya.

Bagi Ahmad Arif, silaturahmi seperti ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar berkumpul.

“Kita tentu mengajarkan nilai-nilai agama, karena di Minang itu ‘adat basandi syarak - syarak basandi kitabullah’, dasarnya adalah agama,” ujarnya.

Nilai itu, menurutnya, menjadi fondasi penting yang terus dijaga, bahkan ketika berada jauh dari kampung halaman. Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi perantau, tanpa kehilangan jati diri.

“Sesuai pepatah ‘di ma bumi dipijak di sana langik dijunjuang’, setiap masyarakat Bayur di perantauan harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Agam, Muhammad Iqbal, melihat kekompakan warga Bayur di Medan sebagai cerminan kuatnya budaya gotong royong masyarakat Minangkabau.

Ia menilai, nilai-nilai adat yang berpadu dengan ajaran agama menjadi kekuatan yang mampu menjaga identitas, terutama bagi generasi muda.

“Falsafah ‘adat basandi syarak - syarak basandi kitabullah’ harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya generasi muda,” kata Muhammad Iqbal.

Ikatan yang terjalin ini bukan hal baru. Ikatan Keluarga Bayur telah berdiri sejak 1959, berawal dari kebutuhan para perantau untuk saling terhubung dan saling menguatkan di kota orang.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:12
00:54
04:58
01:08
03:22
01:13

Viral